Martin-Suprapto Unggul , Masih Bisa Berubah, 17 TPS Belum Masuk

Martin-Suprapto Unggul , Masih Bisa Berubah, 17 TPS Belum Masuk

  Sabtu, 12 December 2015 08:35

Berita Terkait

KETAPANG - Pasangan Martin-Suprapto memperoleh suara terbanyak berdasarkan rekapitulasi suara formulir C1 yang dihimpun KPU Ketapang. Pasangan calon nomor urut 1 ini meraih 63.535 suara (31,14 persen) dari 98,46 persen suara yang masuk.

Pasangan independen ini mendapatkan 2.318 suara lebih banyak dari pangan Andi-Kuan yang mendapatkan 61.217 suara (30 persen). Namun, jumlah tersebut masih bisa berubah, karena masih ada 17 TPS yang masuk. 17 TPS yang belum masuk di antaranya, 10 TPS dari Kecamatan Kendawangan,  3 TPS dari Manis Mata, 3 TPS dari Sungai Laur dan 1 TPS dari Marau.

Sementara pasangan nomor urut 3, Boyman-Gurdani juga ikut bersaing dalam perolehan suara. Saat ini Boyman-Gurdani memperoleh 59.923 suara (29,37 persen), atau hanya kalah 3.612 suara dari Martin-Suprapto. Terlebih, 10 TPS yang belum masuk yang berada di Kendawangan adalah basis Boyman-Gurdani.

Data yang masuk ke KPU, Boyman-Gurdani menang telak 8.535 suara. Sementara calon lainnya hanya memperoleh suara sekitar 3 ribuan. Sementara pasangan nomor urut 4, Darmansyah-Uti Rushan, hingg saat ini meraih 19.373 suara (9,49 persen).

Ketua KPU Ketapang Ronny Irawan menjelaskan, hasil real count di website KPU merupakan kewajiban dirinya dalam mengentri data dokumen formulir C1 dari tiap TPS. Hasil yang ada saat ini adalah hasil sementara. Karena menurutnya hasil yang resmi tetap melalui tahapan yang telah diatur.

"Data yang ada jelas sementara. Kemungkinan ada perubahan suara bisa saja terjadi. Kalau memang pengisian formulir C1 tidak akurat atau terdapat kesalahan sehingga harus di lakukan koreksi di tingkat berikutnya, sehingga data yang disampaikan melalui website itu sebenarnya hasil sementara bentuk transparansi ke publik," kata Ronny.

"Masyarakat yang melihat hasil di website bisa saja menyampaikan masukan kalau memang dari data C1 yang dirilis tidak tepat atau terdapat kekeliruan dengan dibuktinya data dan bukti yang ada," lanjutnya.

Untuk itu, Ronny menjelaskan untuk data resmi, tentunya melalui tahapan yang telah dijadwalkan yiatu melalui pleno rekap yang nanti direncanakan dilakukan antara 16 hingga 18 Desember 2015. "Jadi hasil resminya tunggu penetapan melalui rekap pleno di KPU," ujarnya.

Berbeda dengan calon lainnya, calon dari nomor urut 4, Darmansyah, mengakui jika pihaknya berada di urutan terbawah dalam perolehan suara di Pilkada Ketapang. Namun dirinya tetap merasa bangga dengan hasil yang di peroleh pihaknya. "Inilah suara murni dari hati masyarakat yang kita dapatkan. Kita bangga dengan yang kita raih dengan usaha kita tanpa ada memberikan imbalan atau mobilisasi apapun," akunya.

Jika KPU menetapkan pihaknya kalah, ia mengaku tetap bangga dengan perjuangan timnya dan legowo dengan hasil yang diraih. Akan tetapi, pemenang pad Pilkada Ketapang sebenarnya adalah suara golput yang hampir mencapi 50 persen. "Ini pertama kali angka golput begitu tinggi di Ketapang seperti ini," pungkasnya. (afi)

 

Berita Terkait