Marcel Wakili Indonesia di Mongolia

Marcel Wakili Indonesia di Mongolia

  Senin, 11 April 2016 09:06
KEJURNAS: I Marcel Davidson (tengah) bersama M Ikhsan Daniputra dan MF Kaisar Jenius Hakiki di Kejurnas Catur 2015, Jakarta. IST

Berita Terkait

PONTIANAK--Siapa yang tak merasa bangga jika dapat mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan catur  internasional tingkat Asia. Selain karena kesempatan dan persaingan yang sangat ketat, faktor kecerdasan dan prestasi menjadi penentu akhir dalam proses seleksi.

Adalah I Marcel Davidson, pelajar kelas enam sekolah dasar usia 11 tahun dari Kabupaten Sintang memberi bukti dan membuat sejarah baru bagi perkembangan catur di Kalbar. Ia  bersama lima orang lainnya dikirim Kemendiknas RI mewakili Indonesia di turnamen catur junior tingkat Asia. 

Pertandingan catur tingkat Asia yang diikutinya yakni Asian Youth Chess Championship. Diselenggarakan di Mongolia, 6-12 April 2016. Total pesertanya 410 orang dari 18 negara termasuk India dan China serta Iran yang merupakan kiblat catur Asia. Sebelum berangkat, Marcel telah digembleng oleh pelatih nasional di Jakarta di bawah asuhan Drs H Hendri Jamals, MN FI IO sejak 22 Maret hingga keberangkatnya ke Mongolia pada 2 April 2016.

Asian Youth Chess Championship mempertandingkan beberapa kategori dan kelompok umur. Catur standar, cepat dan kilat. Marcel sendiri main di kelompok U12 tahun dan turun di semua nomor pertandingan.

Peserta yang mengikuti pertandingan catur tingkat Asia ini walaupun masih junior, mereka banyak yang menjadi pemegang gelar Master Fide dan Master Internasional. Permainan caturnya sudah mumpuni bahkan dapat mengalahkan senior-senior. Di kategori U-12 yang diikuti Marcel, pemain unggulannya bergelar Master Fide dari India dengan Elo Rating yang cukup tinggi yakni 2376 atas nama MF Pragganandha. Jika di Indonesia, mereka setingkat dengan pecatur senior MI Irwanto Sadikin, MI Taufik Halay, bahkan ratingnya mendekati GM Cerdas Barus dan GM senior Herman Suradiredja.

Menurut Martin Davidson, orang tua Marcel, anaknya itu bisa mewakili Indonesia karena merupakan juara O2SN Nasional 2015 di Makasar. Ia merasa senang Marcel dapat kesempatan  dan punya pengalaman bertanding internasional. Sebelumnya, Marcel juga pernah ikut turnamen catur cepat Sabah Internasional di Kinabalu, Malaysia  dan berprestasi masuk the Best Junior. 

"Gembira dan bangga. Saya mengharapkan doa dan support dari insan catur di Kalbar. Semoga saja ia berhasil," ujarnya kepada Pontianak Post kemarin. 

Untuk sampai seperti saat ini, cerita Martin Davidson, anaknya itu ditempa dengan keras di Pengcab Percasi Sintang. Setiap hari ia latihan dan belajar catur. Banyak program dan buku-buku catur ia belikan untuk menambah pengetahuan Marcel. Tak terbilang berapa banyak waktu dan biaya untuk pembinaan catur anaknya itu. 

Tak lupa ia juga berterimakasih sekali atas dukungan Bupati Sintang dan Pengurus Percasi Sintang yang memperhatikan prestasi Marcel. Menurut bendahara Percasi Kab. Sintang itu, dukungan tersebut memotivasi Marcel untuk terus maju dan berprestasi.

Sementara itu, Ketua Delta Chess Club, Derry Julianto SHut mengaku  ikut bangga dan senang ada pecatur junior Kalbar membawa nama Indonesia ikut turnamen internasional. "Ini prestasi luar biasa, kita harus dukung dan memberikan apresiasi. Kita di Klub Catur Delta akan memberikan reward jika ia pulang membawa prestasi," katanya.

Derry melanjutkan, I Marcel  adalah aset Percasi Kalbar. Sebagai aset,  ia harus dijaga dan diberi perhatian sehingga nantinya dapat mengharumkan nama Kalbar pada event nasional bahkan internasional. (bdi)

Berita Terkait