Mantapkan Upsus, Capai Swasembada Pajale

Mantapkan Upsus, Capai Swasembada Pajale

  Kamis, 19 November 2015 09:50
SERAH ALSINTAN: Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada sejumlah gapoktan, Selasa (17/11) di Pendopo Bupati Sambas. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Sambas menggelar kegiatan konsolidasi upaya khusus (upsus) swasembada pangan padi, jagung, dan kedelai (pajale). Kegiatan dipusatkan di Balairung Sari Bupati Sambas, Selasa (17/11).Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi saat membuka kegiatan mengatakan jika konsolidasi dimaksud dalam rangka mendukung program swasembada pangan, yang dilaksanakan Pemerintah Pusat. Kegiatan ini sendiri dihadiri Kepala Staf Kodim 1202 Singkawang Mayor Inf Heri Krisnanto, pimpinan SKPD, Prof Alamsyah, para perwakilan gabungan kelompok tani (gapoktan), serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Sambas yang dikenal sebagai lumbung beras Kalbar, memiliki lahan yang cukup luas. Dengan potensi tersebut diharapkan dia akan memperkuat ketahanan pangan daerah, guna mendukung ketahanan pangan nasional. "Kita masih mempunyai potensi dan peluang untuk meningkatkan produksi serta memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian daerah dan nasional, meningkatkan ketahanan pangan, daya saing ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat petani,” gugah Bupati.

‎Berdasarkan data luas tanam, Bupati menjelaskan jika realisasi tanam padi MT 2014/2015 dan MT 2015 hingga September 2015 mencapai 108.570 hektare (Ha). "Capaian ini sudah mengalami peningkatan dari luas tanam tahun 2014, serta melampaui target tanaman upsus yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dapat terlaksana karena dukungan semua pihak, terutama petani, serta pengawalan dan pendampingan dari pihak TNI, khususnya Angkatan Darat," puji Bupati.

Diungkapkan dia jika upsus program swasembada pangan yang digulirkan pemerintah, diimplementasikan dalam berbagai program dan kegiatan utama, baik yang bersumber dari dana APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten. "Pada tahun 2015, Kabupaten Sambas telah dialokasikan kegiatan-kegiatan utama upsus swasembada pangan, seperti pengembangan jaringan irigasi, optimalisasi lahan, gerakan penerapan pengelolaan tanam terpadu (GP-PTT) padi 2.500 Hektare, GP-PTT kedelai 500 Hektare, PAT-PIP kedelai 100 Hektare, penyediaan alsintan berupa hand tractor, pompa air, transplanter, dan alsintan lainnya, serta pengawalan dan pendampingan bersama-sama TNI AD atau TNI mendukung ketahanan pangan (TMKP)," jelasnya.

Ditegaskan Bupati, alokasi bantuan tersebut merupakan wujud komitmen dan sinergitas antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, dalam mendukung upsus swasembada ketahanan pangan di Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat. "Pelaksanaan kegiatan konsolidasi saat ini diharapkan dapat menjadi momentum kerjasama yang baik dalam mendukung upsus swasembada pangan padi, jagung, dan kedelai, karena dengan demikian akan terjalin adanya kesamaan persepsi, kesatuan gerak langkah dan tekad, serta sinergitas dalam pencapaian tujuan bersama upsus swasembada pangan untuk kesejahteraan masyarakat," harapnya.

‎Bupati mengungkapkan jika bantuan program yang cukup besar ini, tidak terlepas dari perjuangan dan komitmennya terhadap pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Di samping itu, diakui dia juga berkat doa dan dukungan masyarakat di kabupaten yang dipimpinnya ini. “Termasuk juga peran TNI AD, sehingga pelaksanaan program peningkatan swasembada pangan sangat membantu upaya Kabupaten Sambas mendukung program Pemerintah Pusat, meningkatkan ketahanan pangan," tegas dia. 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada perwakilan gapoktan se-Kabupaten Sambas. (har)

 

Berita Terkait