Mantan DPR Terima Setoran Calo

Mantan DPR Terima Setoran Calo

  Selasa, 3 November 2015 08:33
kompasiana

Berita Terkait

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) terus berkembang. Dalam perjalanannya, ada nama lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus pidana yang memilukan tersebut.Dalam sidang lanjutan SDA kemarin (2/11), mantan staf honorer Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, Hasanuddin Asmat alias Hasan Ompong dihadirkan sebagai saksi. Di persidangan Hasan menyebutkan, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Demokrat saat itu (2014) Nurul Iman Mustofa sempat meminta jatah karena membantunya meloloskan majmuah yang diajukannya. Majmuah adalah lembaga swasta kumpulan pemilik hotel yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk mengurusi sewa pemondokan, baik di Makkah maupun Madinah.

”Kalau enggak salah, saya beri 400 ribu riyal atau sekitar 106 ribu dolar Amerika,” kata Hasan saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan kemarin. Diakuinya, tanpa pemberian tersebut, proposalnya selalu gagal.Benar saja, nyatanya, pemberian fee itu memang sangat manjur. Dari tujuh majmuah yang ditawarkan, lima di antaranya lolos menjadi pemondokan untuk jemaah asal Indonesia. Yaitu Al Shatta, Wasel, ‎Al Zuhdi, Saeed Makeey, dan Mawaddah Hotel.

Itu jauh lebih baik daripada permohonan serupa sebelumnya. Sebab, sejak 2009 menjadi calo penyewaan pemondokan, baru pada 2012 proposalnya lolos. Hasan mengakui, hal itu terjadi atas bantuan Nurul Iman.Tak cukup dengan setoran tunai, Hasan juga mengaku sempat membiayai perjalanan umrah bagi Nurul dan sebelas anggota keluarganya. ”Benar, saya memberikan 50 ribu riyal dan biaya umrah Nurul Iman dan sebelas keluarganya,” beber Hasan. Menurut penuturannya, pemberian jatah itu merupakan bentuk balas jasa. Sebab, dia juga mendapat jatah 25 persen untuk per jemaah haji.

Disinggung soal perkenalannya dengan Nurul, Hasan mengaku mengenal politikus Demokrat tersebut sejak masih bekerja di KJRI di Jeddah. Saat itu dia sempat bertanya soal keinginannya menjadi calo penginapan bagi jamaah. ”Waktu itu saya tanya, Pak, saya punya hotel, bisa masuk enggak? Bisa (jawaban Nurul, Red),” ucap Hasan menirukan perkataan Nurul.Sidang dugaan korupsi haji yang menyeret mantan ketua umum PPP tersebut masih memasuki tahap pemeriksaan saksi. Hingga saat ini masih ada puluhan orang lagi yang dibutuhkan keterangannya. (far/c9/end)

 

Berita Terkait