Manisnya Berjualan Martabak

Manisnya Berjualan Martabak

  Kamis, 14 April 2016 09:30
SENSASI MULTIRASA: Ozan menunjukan produk Martabak Hawai-nya yang menampilkan berbagai jenis rasa yang berbeda.HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Martabak manis menjadi salah makanan yang diburu masyarakat saat malam. Cita rasanya yang lembut nan legit memang cocok disantap bersama teman ataupun keluarga, sembari berbincang. Wajar saja penjualnya pun kebanjiran order.
 
Ramses L Tobing

MARTABAK adalah kue yang adonan kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu, soda kue, telur ayam, santan, air, dan ragi yang dipanggang di atas penggorengan besi tebal khusus hingga adonan kue menjadi matang dan bersarang. Jika dulu pilihan rasanya hanya beberapa saja, Kini penikmat martabak bisa merasakan berbagai sensasi rasa.

Sebagai pengisi biasanya diberikan taburan gula butir, coklat butir (meses, muisjes), dengan biji wijen dan kacang tanah yang dicacah, atau parutan keju, yang disiram susu kental manis, dan diolesi mentega dan margarin.

Adalah Euzan Henry Isnendy. Karyawan swasta yang mau menekuni manisnya bisnis martabak manis. Uniknya, martabak yang dijual pria yang akrab disapa Ozan ini berbeda dari lain.

Sesuai dengan namanya Martabak Hawai. Kue yang dihasilkan pun berbeda dari biasanya. Biasanya toping martabak hanya srikaya, ketan, coklat atau keju.

Nah, Martabak Hawai milik Ozan berbeda. Ada 20 toping atau isian lebih yang bisa dipilih konsumen. Sementara adonan yang digunakna ada tujuh yakni original, cokelat, pandan, green tea, taro, blackforest, red velvet. “Kami tawarkan 21 toping yang sudah dikombinasikan ke konsumen,” kata dia.

Ozan menilai banyaknya toping yang ditawarkan ini adalah sebagai strategi bisnis untuk mempertahankan konsumen. Sehingga, dalam kurun waktu tertentua varian toping harus terus ditambah.

Bagi Ozan, salah satu kata kunci dalam berbisnis itu adalah inovasi terhadap produk yang dikeluarkan. Inilah inovasi yang dilakukannya. Menawarkan varian isi kepada konsumen. “Sekarang sudah banyak varian yang kami tawarkan. Ini menjadi inovasi apalagi bisa dikemas dengan unik. Ini dilakukan biar pelanggan tetap setia dengan kami,” kata dia.

Ozan tertarik dengan menggeluti bisnis ini karena melihat perkembangan bisnis kuliner di Kota Pontianak. Dalam dua tahun terakhir perkembagannya luar biasa. Bisa kita lihat, setiap ruas jalan selalu ada usaha kuliner.

Baik itu makanan berat, seperti nasi, bakso, soto dan sate hingga makanan ringan, gorengan, makanan khas lokal dan termasuk martabak. Tempat usaha pun beragam, dari bangunan permanen hingga  gerobak. Umumnya usaha kuliner ini bukanya malam hari.

Sementara Ozan memilih martabak karna meliha peluangnya. Selain itupun persaingan usaha belum seketat sekarang. Apalagi produk yang dihasilkanya berbeda dengan biasanya. “Saya melihat peluang pasar. Saya memilih martabak hawai, karena ide awalnya karena melihat di Jawa terutama Jakarta banyak yang jualan serupa,” kata dia.

Hanya saja sekarang pria yang tinggal di Jalan Apel ini masih fokus hanya satu gerobak saja. Market sharenya pun masih seputaran Kota Pontianak dan sekitarnya. Meski demikian, Ozan gencar mempromosikan usahanya.

Media sosial menjadi sasara seperti instagram dan facebook. Ini yang membedakan dengan martabak gerobak pada umumnya. Perbedaan lainnya, matabak hawai tidak hanya melayani take away saja akan tetapi juga pesan order. Kemudian delivery yang bekerja sama dengan jasa kurir.

Kendati demikian dia tetap menaruh keinginan untuk mengembangkan usahanya. Sayangnya masih terganjal rutinitas lain. Sebab, selain sebagai ownet martabak hawai pria yang ramah ini juga karyawan di perusahaan swasta. Meski demikian omset yang didapatnya dari usaha ini cukup menggiurkan sebagai pengusaha mudah. (*)

 

Berita Terkait