Mangrove Park jadi Alternatif Wisata

Mangrove Park jadi Alternatif Wisata

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

Berwisata di alam merupakan hal paling dinanti saat musim liburan atau weekend. Mendaki gunung, berkunjung ke desa wisata dan bermain air di pantai menjadi pilihan yang lazim bagi masyarakat. Luckily, kini masyarakat khususnya anak muda juga memiliki Mempawah Mangrove Park sebagai tempat wisata alam baru yang dapat dijadikan salah satu alternatif. Mempawah Mangrove Park ini terletak di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Hanya menghabiskan waktu selama 1,5 jam perjalanan dari Pontianak, kamu udah bisa menikmati keindahan rimbunan  Mangrove yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Desa Pasir dulunya merupakan sebuah perkampungan nelayan yang memiliki pantai berpasir putih dan banyak terdapat ladang sawah dan kebun kelapa. Masyarakat desa ini mayoritas bekerja sebagai nelayan dan petani. Nah, pada sekitar pertengahan tahun 70-an, abrasi mulai terjadi di Desa Pasir. Faktor cuaca dan manusia merupakan penyebab terjadinya abrasi tersebut. Sehingga saat ini daratan telah hilang hingga 2 km dari tepi pantai, serta menciptakan sebuah pulau bernama Pulau Penibung.

Abrasi ini sangat merugikan masyarakat Desa Pasir karena ladang sawah dan perkebunan kelapa menghilang. Namun, semenjak tahun 2012, Pemerintah, swasta, masyarakat dan Mempawah Mangrove Conservation bersama para relawannya melakukan penanaman mangrove hingga hari ini. Hasilnya dapat dilihat dengan kembali terbentuknya daratan sejauh 40 meter dan hutan mangrove yang memberikan manfaat kepada para nelayan.

Hutan Mangrove inilah yang dikembangkan oleh Mempawah Mangrove Conservation menjadi Mempawah Mangrove Park dengan mengusung konsep edu-echotourism park. Selain mengandalkan hutan mangrove, kawasan wisata ini juga memiliki Rumah Mangrove dan Playground sebagai pusat edukasi serta informasi mengenai mangrove. Mempawah Mangrove Conservation berharap dengan adanya Rumah Mangrove dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove bagi kehidupan khususnya untuk daerah pesisir pantai.    

Kenapa sih mangrove penting banget? FYI nih guys, mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan karena buahnya dapat diolah menjadi makanan dan daunnya dapat digunakan sebagai obat tradisional. Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi habitat untuk berbagai biota laut bahkan terdapat salah satu ikan unik yang hanya hidup di kawasan ini yaitu ikan mudskipper. Ikan ini sering terlihat meloncat-loncat di bawah mangrove saat kondisi perairan sedang surut. 

Kemampuan mangrove dalam menyerap CO2 pun nggak perlu diraguin lagi malah lima kali lebih baik dibandingkan tumbuhan lain. Nggak heran, segarnya udara yang dihasilkan dari mangrove menjadi daya tarik tersendiri bagi kamu yang sering terkena polusi udara. Kawasan wisata seluas 2 hektar ini juga telah menyediakan track sepanjang hutan mangrove dan jembatan sunset sepanjang 35 meter menuju ke pantai. Melalui adanya jembatan ini, pengunjung dapat melihat keindahan Pulau Penibung di antara laut luas.

Fortunately, antusiasme masyarakat terhadap kawasan mangrove ini sangat tinggi. Nggak sulit menemukan beberapa orang berselfie ria pada track di antara rimbunan mangrove. Apalagi jika berkunjung saat sore hari menjelang matahari terbenam, para pengunjung dapat menikmati keindahan sunset dari ujung jembatan. (ind)

IKAN MUDSKIPPER: Ikan ini sering terlihat meloncat-loncat di bawah mangrove saat kondisi perairan sedang surut. 

Berita Terkait