Manfaatkan Semarak Malam Idulfitri

Manfaatkan Semarak Malam Idulfitri

  Selasa, 21 June 2016 10:30
KEMBANG API: Seorang penjual kembang api saat menunggu pembeli di salah satu pusat perbelanjaan Pontianak. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Idulfitri 1437 Hijiriah akan segera tiba. Berbagai perayaan dan kemeriahan akan digelar pada hari kemenangan bagi umat Islam tersebut. Sebagian besar orang merayakannya dengan meriah. Namun tidak sedikit yang melirik momen ini untuk mengeruk rezeki.

Aristono, Pontianak

DI berbagai sudut jalan kini muncul kios-kios dadakan yang menjual produk kembang api dan mainan anak-anak. Mereka adalah orang-orang yang memanfaatkan momen Idulfitri ini untuk mencari rezeki. Mereka menjual kembang api di sudut - sudut kota, di pusat keramaian atau di pinggiran jalan raya.

Salah seorang diantaranya adalah Renaldi (34). Dia mulai sibuk menata dagangan musimannya di Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya. Saban ada hari raya besar yang meriah dia menjadi pedagang eceran kembang api dan mainan anak-anak yang banyak dibeli pada hari Lebaran. “Saya ambil dalam jumlah banyak. Sudah pesan sejak beberapa minggu lalu,” ujar orang yang sehari-hari berdagang kaki lima ini.

Andi adalah adalah pedagang lain yang memanfaatkan peluang menjual kembang api tahun ini. Sehari-hari dia adalah karyawan di sebuah perusahaan swasta. Namun momen Lebaran membuatnya meluangkan waktu untuk berdagang kembang api. Dia meminta temannya untuk menjaga kios miliknya.

Disebutkan dia, biasanya peningkatan tajam baru akan terjadi pada sepekan menjelang malam takbiran. “Malam Idulfitri biasanya yang paling ramai. Orang kan mau merayakan dengan meriah. Biasanya yang paling banyak laku adalah kembang api yang ditembakan ke langit. Kalau petasan tidak jual, karena tidak boleh,” ungkap dia.

“Lumayan untuk tambaham penghasilan. Enaknya jualan lembang api, kalau tidak habis di idulfitri. Bisa dijual untuk Imlek atau tahun baru,” ucapnya. Meski tidak sebesar keuntungan saat momen malam tahun baru nasional, namun kata dia, menjual kembang api di Idulfitri tetap saja menguntungkan.

Selain kembang api, sering kita lihat, salah satu yang cukup mencolok idulfitri yang sering kita jumpai adalah mainan anak-anak. Salah satu yang cukup populer. Anak-anak berkumpul bersama memainkan mainannya masing-masing. Fenomena ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang mainan karena menjelang idulfitri.

Sepertinya tak hanya kembang api yang menjadi ciri khas perayaan besar di Kalimantan Barat. Meriam karbit adalah perangkat bebunyian yang sejak lama hadir di masyarakat Pontianak dalam perayaan idulfitri. Di gang-gang pinggiran Sungai Kapuas, sudah tampak meriam-meriah berjejer yang akan memeriahkan malam takbiran.

Bahkan bebunyiannya sudah terdengar. Biasanya selepas takbiran, orang-orang akan menonton atraksi meriam karbit yang sudah menjadi ciri khas ibukota Kalbar ini. Sambil bercengkerama, mereka menanti 1 Syawal, yang kemungkinan jatuh pada 5 Juli 2016 ini.

Sudah beberapa tahun pula atraksi meriam karbit ini menjadi agenda wisata masyarakat Pontianak. Para pengunjung atau wisatawan diperbolehkan untuk turut menyulut meriam yang bisa berdiameter sekira 60 sentimeter, dengan tarif tertentu. Tarif ini bervariasi, ditentukan masing-masing kelompok sebagai pengganti bahan bakar karbit yang digunakan. Bunyi dentuman meriam karbit ini bisa terdengar hingga beberapa kilometer.

Sepanjang malam mulai dari takbiran hingga menjelang pagi suara dentuman ini akan terdengar sambung menyambung dengan durasi waktu yang tidak terlampau lama. Suaranya berpadu dengan terangnya langit kota yang dipenuhi oleh cahaya warna-warni dari kembang api yang dilontarkan dari rumah-rumah warga. (*)

Berita Terkait