Manfaat Treatment Baby Spa

Manfaat Treatment Baby Spa

  Rabu, 13 December 2017 10:00

Berita Terkait

Berpergian ke tempat spa menjadi cara tepat memanjakan diri di kala penat. Kini, tidak hanya ibu, bayi pun berkesempatan menikmatinya. Beberapa perawatan spa juga menjanjikan berbagai manfaat kesehatan untuk buah hati tercinta. Manfaat apa yang diperoleh bayi yang melakukan baby spa?

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Dalam perkembangannya, aktivitas spa tidak semata perawatan berendam (mandi), tapi juga mencakup perawatan lain, seperti pemijatan tubuh. Kehadiran spa bagi buah hati tidak kalah penting, seperti spa yang diterapkan pada orang dewasa. Umumnya, baby spa diawali dengan tahap pemijatan. Pijat bayi dilakukan dalam berbagai bagian, mulai dari memegang, menggerakkan, dan memberi tekanan pada tubuh.

Owner Cetta Mom n’ Baby Spa, Ria Desieta Sari, S.ST mengatakan baby spa adalah suatu upaya kesehatan tradisional dengan pendekatan kholistik. Perawatan diberikan secara menyeluruh menggunakan kombinasi keterampilan hidro terapi, pijat, dan aroma terapi. Baby spa merupakan salah satu bentuk perawatan tubuh dengan menggunakan air sebagai media utamanya. 

Baby spa ini juga tergolong aman bagi bayi. Perawatan bisa dimulai saat bayi berusia dua bulan hingga anak berusia enam tahun. Ria mengungkapkan baby spa juga merupakan salah satu cara berkomunikasi nonverbal yang bisa dilakukan oleh seorang ibu pada anak kesayangannya. 

Perempuan kelahiran Ketapang pada 1 Januari 1993 ini menuturkan dalam melakukan komunikasi nonverbal pada bayi, ibu perlu memahami satu hal, yakni bahwa spa untuk bayi berbeda dengan spa orang dewasa. Pemijatan yang dilakukan pada bayi berupa pijatan lembut tanpa adanya tekanan. Therapist hanya memberikan sentuhan lembut yang akan membuat bayi merasa lebih nyaman. 

“Manfaat baby spa juga sangat luar biasa untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi.,” ujarnya. 

Treatment spa yang diberikan pada bayi juga dapat melancarkan peredaran darah, memberikan efek relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, membantu memperbaiki sistem pencernaan, dan membuat nafsu makan bayi meningkat. Baby spa juga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang motorik bayi, membantu meningkatkan kecerdasan, meningkatkan kapasitas paru paru dan memperkuat jantung.

“Berat badan bayi juga semakin meningkat, begitu pula pertumbuhan tulang pada tubuhnya,” tutur Ria. 

Pemberian treatment spa pada bayi dapat dilakukan sebanyak dua sampai empat kali dalam satu bulan. Treatment yang diberikan menyeluruh ke seluruh tubuh anak, meliputi proses pemijatan wajah, dada, perut, tangan, kaki, punggung, dan yang terakhir bokong bayi. Ria yang telah menyelesaikan pendidikan D-IV Bidan Pendidik ini menyatakan pemberian treatment dilakukan berdasarkan usia. 

Selain itu, pemberian treatment juga disesuaikan dengan berat badan dan kondisi bayi. Seorang therapist harus menguasai teknik-teknik pemijatan yang akan diberikan. Pijatan harus sesuai dengan gerakan dan tekanan yang baik dan benar. Orang tua (ibu) juga bisa melakukan treatment baby spa di rumah. Namun, sebelum memulai treatment, ada baiknya orang tua mengikuti pelatihan, baik yang diberikan dokter atau therapist bersertifikat.

“Ibu juga dapat memperbanyak ilmu mengenai treatment baby spa dengan membaca dan melihat video (tutorial) di internet,” tambahnya. 

Sebelum memilih, orang tua diharuskan lebih dulu untuk mempertimbangkan beberapa hal, khususnya penentuan tempat. Ria menyarankan agar orang tua lebih dulu mencari tahu mengenai tempat baby spa yang akan dituju dengan melihat tenaga therapist. Apakah tenaga therapist sudah terampil, terlatih, dan bersertifikat? Kemudian, yang tidak boleh luput dari pandangan adalah fasilitas. Tempat baby spa yang baik memiliki fasiltas yang mendukung.

Kemudian, pusat baby spa yang dipilih haruslah terbaik, mulai dari penyaringan air kolam, bahan kimia apa yang digunakan di dalam kolam, serta metode lainnya dalam melakukan spa pada bayi Anda. Hal ini dikarenakan tubuh bayi masih belum kebal terhadap virus, bakteri, kuman serta zat kimia lainnya. Akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh bayi jika salah dalam memilih tempat baby spa. 

Orang tua juga perlu memahami untuk tidak mengajak bayi melakukan treatment spa dalam kondisi lapar, atau sedang mengantuk. Jika dalam kondisi lapar dan mengantuk, bayi tidak akan menikmati spa secara releks. Dirinya akan menganggap treatment yang diberikan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Inilah yang terkadang membuat bayi menangis dan rewel jika dipaksa melakukan baby spa. 

Seorang therapist juga dapat mengenal orang tua bayi yang akan di treatmentnya. Dengan begitu, therapist dapat mengetahui riwayat pada bayi tersebut. Hal ini juga untuk menghindari penularan penyakit saat berendam di dalam kolam. Perhatikan juga apakah bayi sudah siap untuk melakukan baby spa. Karena setiap bayi memiliki perkembangan dan sistem imunitas yang berbeda-beda. 

“Orang tua dapat melihat apakah bayinya sudah siap secara fisik ataupun mental saat akan melakukan baby spa,” pungkasnya.**

Berita Terkait