Manchester City Vs West Ham, Sejarah Takkan Berulang

Manchester City Vs West Ham, Sejarah Takkan Berulang

  Minggu, 28 Agustus 2016 10:17

Berita Terkait

MANCHESTER – Hanya Ernest Mangnall satu-satunya pelatih anyar Manchester City yang bisa meraih empat kali kemenangan beruntun. Itu terjadi lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1912. Namun, Josep Guardiola sudah bersiap-siap menggeser nama Mangnall malam nanti WIB. 

Syaratnya Guardiola harus mampu membawa City memenangi laga pekan ketiga Premier League menjamu West Ham di Etihad, Manchester. Victory Minggu malam itu akan menjadi kemenangan keempat Guardiola. Dua di Premier League dan dua lainnya di playoff Liga Champions melawan Steaua Bucharest lalu. 

Tetapi, West Ham bukan Sunderland, bukan pula Stoke City, apalagi Steaua. The Hammers – julukan West Ham – datang ke Etihad dengan kepala tegak. Karena, musim lalu mereka adalah klub pertama yang mengalahkan City dalam laga Premier League di Etihad. 

Catat, itu kemenangan bersejarah bagi West Ham karena untuk kali pertama sejak 27 April 2003 mereka mampu mengalahkan City di kandangnya. Entah itu saat masih di Maine Road ataupun di Etihad. Nah pertanyaannya apakah malam nanti sejarah tersebut akan berulang? 

Dalam pernyataannya, Slaven Bilic sebagai tactician West Ham ragu mengulangi sejarah itu kembali musim ini. Guardiola-lah penyebabnya. ''Taktikalnya mengubah City sedikit berbeda dari musim lalu. Taktiknya sangat tidak biasa, fullback yang memainkan bola di area yang tidak normal,'' ungkap Bilic. 

Kepada London Evening Standard, Bilic menyebut passing jadi kekuatan di balik permainan Guardiola. Bilic mengalahkan City di era Manuel Pellegrini. Statistik musim lalu menyebut, Pellegrini sebenarnya juga mengaplikasikan permainan menyerang yang menggunakan passing-passing pendek. 

Dibandingkan umpan-umpan lambung, persentase passing pendek mencapai titik 89,8 persen. Lalu sampai laga kedua Premier League ini passing-passing pendek David Silva dkk sudah naik 0,1 persen jadi 89,9 persen. Namun, baru di era Guardiola ini City membangun serangan dari fullback. 

Bilic mengaku sudah melihat rekaman keempat laga City. ''Kami harus mencegah itu terjadi sebelum mendekati area defense kami. Jangan biarkan mereka bebas bermain dengan bola di depan kotak penalti kami,'' sebut pelatih berkebangsaan Kroasia itu. ''Ini akan susah, tentu saja,'' tambahnya. 

Lalu, bagaimana West Ham meredam City? Analisis Bleacherreport menyebut, di lini ketigalah eksplosivitas City berawal. Tepatnya ketika Aleksandar Kolarov atau John  Stones memegang bola, lalu diteruskan kepada Fernandinho, Silva lalu berlanjut kepada Kevin De Bruyne. 

Dengan formasi 4-3-3-nya Bilic mesti memadatkan lini tengahnya dengan Havard  Nordtveit sebagai sentralnya, bersama dengan Cheikhou Kouyate dan Mark Noble. Jika serangan dari tengah buntu, maka bakal memaksa City menyerang dari sisi sayap antara Raheem Sterling dan Nolito. 

Tinggal berharap akeselerasi dua sayap Dimitri Payet dan Gokhan Tore naik turun menutup serangan dari sisi sayap dan mengalirkan bola pada Enner Valencia. ''Meskipun kalah, Sunderland dan Stoke mampu menyulitkan City. Begitu juga kami. Musim ini dan musim lalu City tetaplah City, kami coba mengalahkannya lagi,'' koar pelatih yang cuma mencatat 42,1 persentase menang dalam semusim di West Ham itu.

Sayangnya, kecepatan sayap West Ham sedikit tereduksi dengan cedera hamstring yang dialami Andre Ayew. Rekrutan anyar West Ham itu menambah daftar pemain yang masuk di ruang perawatan medis. Sebelum Ayew, Andy Carroll, Diafra Sakho dan Aaron Cresswell juga absen karena cedera. 

Berkebalikan dari West Ham, Guardiola bisa bebas memilih pemainnya untuk jadi starter dalam laga ini. Pasalnya, tidak satu pun awak The Citizens – julukan City – absen karena cedera. ''Semua pemain sudah siap tempur. Sebanyak 30 pemain berlatih bersama hari ini,'' ucap Guardiola kepada situs resmi klub. 

Dengan stok yang melimpah, Guardiola kemungkinan besar mengembalikan Kola – sapaan akrab Kolarov – ke posisi aslinya di bek kiri. Lalu, untuk bek tengah dipilihlah Stones bersama Nicolas Otamendi. Dipilihnya Otamendi ini karena West Ham memiliki kemampuan menyerang dari bola-bola crossing. Otamendi jago dalam duel udara. 

Meski begitu Kolarov diharapkan Guardiola melanjutkan perannya untuk menjadi akses serangannya. ''Dia kuat dalam duel udara, serangan juga dibangun dari passingnya, dengan passing panjangnya kepada winger kanan, dia dapat memainkan apapun di posisi ini,'' puji Guardiola. 

Passing sudah, pertahanan pun juga sudah. Sekarang tinggal agresivitasnya. Inilah aspek yang perlu ditingkatkan City saat bermain di kandangnya sendiri. Dua kali laga di kandang sendiri, hanya tiga gol tercipta. Bandingkan dengan dua kali laga tandang yang menghasilkan sembilan gol!

Sergio Aguero jadi tumpuan untuk persoalan ini. Meski Kelechi Iheanacho sudah pulih dari cedera hamstring ringannya, Aguero tetap jadi pilihan utama. Penyerang yang berkebangsaan Argentina itu baru mencetak satu gol di Etihad dari total enam golnya di musim ini. ''Tenang, besok (malam nanti WIB) dia pasti akan melakukannya (mencetak gol),'' tegas Guardiola. (ren)

Berita Terkait