Manakah Gaya Belajar yang Cocok?

Manakah Gaya Belajar yang Cocok?

  Rabu, 3 February 2016 08:39   1

Oleh: Suryansah Lain orang , lain pula gaya belajarnya. Pepatah ini memang cocok untuk menjelaskan bahwa fenomena atau peristiwa tak semua orang mempunyai gaya belajar yang sama. Termasuk siswa – siswi yang bersekolah di sekolah yang sama bahkan satu kelas yang sama. Potensi seseorang untuk memahami dan menyerap sebuah pembelajaran sudah berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang, lambat, dan sangat lambat.

Oleh karena itu mereka selalu mencari gaya belajar yang pas untuk bisa memahami dan menyerap pelajaran yang di berikan oleh guru.  Sebagian siswa – siswi lebih suka guru yang menyampaikan dengan metode lisan dan mereka mendengarkan sekaligus memahami. Sebagian juga siswa – siswi lebih suka di ajar  dengan metode menuliskan segalanya di papan tulis. Dengan bigitu mereka bisa membaca dan memahami serta mencoba menyerap suatu pembelajaran. Metode yang paling di sukai oleh siswa – siswi yaitu dimana guru diharapkan bercerita panjang lebar dengan berlandasan teori diiringi dengan ilustrasinya, dengan begitu siswa – siswi dapat mendengarkan dan mencoba memahami sesuai dengan tingkatan mereka masing – masing.

Apapun metode yang mereka pilih harus sesuai dengan gaya yang mereka pakai, perbedaan gaya belajar menunjukan metode terbaik dan tercepat dalam memahami suatu pembelajaran dalam menerima informasi dari guru. Jika kita bisa memahami bagaimana  metode setiap individu, maka akan lebih mudah untuk mengetahui pola mana yang akan dipakai supaya hasil belajar menjadi optimal dan bisa dipahami sendiri. sebelum diri kita sendiri mengajarkan kepada orang lain, sebaiknya kita harus mengetahui dan mengenali gaya belajar kita sendiri. melalui pengalaman yang kita lakukan untuk bisa menemukan sendiri serta mendapatkan gaya belajar yang tepat bagi diri sendiri sebelum menyebarkan ke orang lain.

Terkait dengan gaya belajar siswa – siswi yang berbeda – beda. Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar dapat kita cermati dan mungkin bisa kita ikuti bila merasa cocok untuk diri sendiri.

Pertama, gaya belajar visual lebih menjelaskan bahwa kita harus melihat dulu buktinya dan kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ada beberap pendekatan yang bisa digunakan sehingga belajar tetap memberikan hasil yang terbaik salah satunya dengan menggunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pembelajaran. Perangkat grafis itu berupa film, slide, kartu bergambar, ilustrasi yang menjelaskan suatu informasi yang teratur.

Kedua, gaya belajar Audiotory, lebih mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca. Pendekatan yang bisa kita lakukan untuk belajar apabila kita termasuk dalam katagori gaya belajara audiatory yang memiliki kesulitan belajar. Pertama dapat menggunakan tape perekam berupa alat bantu. Alat ini diguanakan untuk merekam bacaan atau ceramah yang diajarkan oleh guru di depan kelas kemudian didengarkan kembali. Kedua dengan metode interview atau terlibat dalam berdiskusi.

Ketiga, gaya belajar tactual, lebih kepada menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar kita bisa mengingatnya. Ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Karakter kedua hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Karakter ketiga adalah kita termasuk orang yang tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran. Karakter keempat kita bisa belajar lebih baik apabila diiringi oleh kegiatan fisik. Pedekata n yang bisa kita lakukan adalah belajar dari pengalaman dengan berbagai model pembelajaran bermain sambil belajar. Orang yang cenderung memiliki gaya belajar tactual akan lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara memahami fakta. Sehingga bisa kita cermati dan pahami mana gaya belajar yang mungkin bisa diikuti apabila merasa cocok, sehingga kita sendiri dapat mengetahui gaya belajar masing – masing.

 

*)Mahasiswa Sumberdaya Akuatik Untan