Man City 3 vs Everton 1, Relakan Pesta ke Tetangga

Man City 3 vs Everton 1, Relakan Pesta ke Tetangga

  Jumat, 29 January 2016 08:41
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

LIVERPOOL – Evertonian – sebutan pendukung Everton – pasti berharap Februari hanya ada 27 hari. Bukan 29 hari. Karena, Evertonian tidak ingin melewatkan tanggal 28 Februari untuk menonton Liverpool sang tetangga berpesta di Wembley.

Harapan untuk mendampingi Liverpool dalam All Merseyside Derby Final pupus di Etihad, Manchester, Kamis dini hari kemarin (28/1). Bukan Everton yang melaju ke final Piala Liga, melainkan Manchester City yang berhasil membalikkan kedudukan.City membalas kekalahan 1-2 di Goodison Park (7/1) dengan menang 3-1 di Etihad. Kemenangan ini pun membuat The Toffees – julukan Everton – kalah agregat gol 3-4. ’’Ini kekalahan yang menyakitkan, dan tidak adil,’’ sebut pelatih Everton, Roberto Martinez, sebagaimana dikutip dari BBC.

Martinez layak sakit hati. Sebab, dia butuh 20 menit lagi supaya bisa mewujudkan dongeng All Merseyside Derby Final di Piala Liga untuk kali pertama. Sampai menit ke-69, skor masih 1-1. Keunggulan lewat gol Ross Barkley pada menit ke-18 disamakan Fernandinho di menit ke-24.Dengan skor 1-1, Everton masih punya peluang lolos ke Wembley. Di menit ke-70 petaka itu tiba. Crossing Raheem Sterling dari kanan defense Everton disambut tendangan keras De Bruyne. Tiga orang bek Everton tidak bereaksi menutup De Bruyne. Karena mereka sudah menganggap bola Sterling itu keluar dari garis sebelum dikirim ke De Bruyne. Akan tetapi, wasit Martin Atkinson tetap mengesahkan gol itu.

Usai disahkannya gol itu, defense Everton langsung drop sehingga enam menit setelahnya Sergio Aguero memungkasi pesta City.Martinez akan legawa jika gol-gol City terjadi dengan fair. Melihat di statistik Whoscored, bisa digambarkan betapa susahnya Yaya Toure dkk menembus jala gawang Everton yang dikawal penjaga gawang cadangan Joel Robles.Total 19 kali shots mereka lancarkan. Rapatnya pertahanan Everton membuat para pemain City hanya bisa melakukan lima kali shots on goal. ’’Sampai di ruang ganti pun kami sulit menemukan penjelasan, mengapa kami bisa tersingkir. Kami merasa kinerja kami sia-sia,’’ lanjutnya.

Dilihat lebih detail lagi, berangnya pelatih berkebangsaan Spanyol itu tidak salah. Dalam beberapa foto yang diunggah di Daily Mail dengan jelas memperlihatkan adanya kesalahan dari keputusan Atkinson. Asisten wasit Scott Ledger juga sama sekali tidak mengangkat bendera tanda bola sudah out.Dalam pernyataanya, Graham Poll sebagai mantan wasit elit Premier League membenarkan klaim Martinez itu. Bola memang sudah keluar garis. Menurutnya, sudah saatnya teknologi video replay diterapkan di sepak bola Inggris.

Bukan hanya untuk Piala Liga, tapi juga Premier League, dan Piala FA. ’’Karena hal-hal seperti ini tidak mungkin bisa ditangkap dengan mata telanjang. Jangan lupa, ini kali kedua secara beruntun asisten wasit berbuat kesalahan di Piala Liga,’’ tuturnya.Sebelum kesalahan di Etihad, asisten wasit juga ikut terlibat dalam gol offside Stoke saat takluk 5-6 via adu penalty, Rabu dini hari lalu (27/1). Apa yang diungkapkan Poll sudah jadi lagu lama. Sebab, setahun terakhir banyak pelatih di Premier League yang ingin teknologi itu diaplikasikan.

Federasi sepak bola Inggris FA baru berencana untuk menerapkan teknologi itu pada Piala FA tahun depan. Sekaligus menjadi pilot project bisa atau tidaknya teknologi video replay ini diterapkan di kompetisi lain di dunia.Kembali ke Martinez. Menurutnya, bukan hanya teknologi yang harus jadi sorotan FA saat ini. ’’Pertanyaan yang pas untuk wasit utama. Apakah mereka lebih butuh teknologi atau saran dari wasit garis untuk mendapatkan keputusan yang tepat?’’ kecamnya.

Bagaimana dengan City? Apakah pelatih Manuel Pellegrini merasa sudah puas dengan kemenangan sarat kontroversi ini? Pelatih berkebangsaan Cile ini cukup tenang menanggapi meradangnya Martinez. Usai pertandingan, dia meminta Martinez mengaca dulu sebelum komplain.Menurut Pellegrini, Everton juga terbantu dengan wasit ketika mampu memenangi leg pertama. ’’Ada yang salah dengan gol kami? Ya memang itu kesalahan, tapi apakah Everton ingat dengan gol Ramiro Funes Mori? Atau dua penalty yang terlewatkan wasit?’’ ungkap Pellegrini.

Sebelum mencetak gol pertama Everton kala itu, Funes Mori terlebih dahulu terjebak offside dan tidak dilihat oleh wasit. Sementara, pelanggaran kepada Jesus Navas dan Sterling di kotak penalty Everton juga tidak dilihat wasit layak untuk dijatuhi hukuman penalty.Pellegrini tidak peduli dengan protes Martinez itu. Baginya, ini final Piala Liga kedua dalam karirnya bersama City. Sebelumnya dia juga pernah mendapatkannya pada musim pertama sebagai pelatih City pada tahun 2014 silam.

Dalam pandangannya, City layak lolos. Mencetak tiga gol dalam satu laga bukan sesuatu yang mustahil  bagi City. Tiga gol pun menurutnya tidak murni ada bantuan wasit. ’’Lihat, di turnamen ini kami sudah mencetak 18 atau 19 gol. Saya pikir pemain bermain dengan cara yang cerdas,’’ tegasnya. (ren)

Berita Terkait