Mampu Mainkan Empat Lagu Secara Otomatis dan Manual

Mampu Mainkan Empat Lagu Secara Otomatis dan Manual

  Kamis, 11 Agustus 2016 11:41
ROBOT: Handri Jir Azhar menunjukkan robot pemain musik gamelan ciptaannya. AGUS PUJIANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura menciptakan sebuah robot yang bisa bermain musik. Hasilnya unik. Robot yang bersatu dengan alat musik gamelan itu mampu memainkan sejumlah lagu tradisional.

Agus Pujianto, Pontianak

Kereta angkut  itu melaju di antara bantang rel besi sepanjang 100 sentimeter  saat tombol demo lagu ditekan. Pemukul bilah dauh gamelan mirip martil itu mulai menjangkau 15 bilah nada gamelan sesuai panggilan Sensor Magnetic Rotary Encoder memukul lempeng tembaga. Dentingan suara notasi pun keluar saat martil kecil mulai bekerja. Bunyinya seirama, senada dengan alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Sudah empat lagu yang bisa dimainkan robot ini. Mainnya bisa dengan cara manual dan otomatis,” kata Handri Jir Azhar, pencipta Robot Pemain Musik Gamelan.

Dia pun langsung menekan satu persatu 15 nada gamelan yang sudah dirakitnya ditandai dengan angka. Martil kecil itu pun berjalan sesuai dengan keinginan pemainnya.

Ide membuat tersebut untuk mengusung kesenian budaya Indonesia. Inovasi ini kata Hendri, belum ada yang dapat dikembangkan dari alat musik Gamelan. “Makanya saya memilih satu alat musik, kemudian diaplikasikan pada teknologi robotika,” kata putra daerah asal Kuala Secapah, Kabupaten Mempawah itu.

Berdasarkan latar belakang itu, dia mulai berpikir merancang mekanik robot musik gamelan, dengan hanya menggunakan tombol nada. Kemudian robot itu memainkan sebuah lagu dengan cara dipukul bilah nada gamelan sesuai alur not nada.

“Tujuan inovasi gamelan yang dimainkan oleh robot ini, agar menambah daya tarik masyarakat akan seni dan budaya Indonesia,” ungkapnya.

Dengan mengusung budaya dan menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa, Hendry lalu membuat rancangan robot gamelan bermain 15 nada. Robot itu dilengkapi dengan satu pemukul dengan penggerak motor servo. Mekanik robot, menggunakan sistem rel dan kereta pemukul gamelan yang digerakan oleh satu buah DC Gear motor serta sensor posisi motor Magetic Rotary Encoder.

Selain menggunakan Mikrokontroller Atmega 16, agar kereta motorik bergerak horizontal, dibuatkan sensor pembatas rel berupa sensor Limit Switch. Untuk sistem kendalinya, menggunakan Proposional Derivatif (PD).

“Pada dasarnya, pada robot ini saya menggunakan system posisi suatu perangkat dikendalikan motor listrik atau kerap dikenal dynamo. Ada sensor posisi rotary magneti recorder. Teridiri dari suatu titik titik untuk mengetahui putaran motor atau dynamo itu sendiri. Dari titik itu, kita akan memposisikannya pada posisi bilah nada daun gamelan, setelah mengetahui posisi itu, kita akan rekam itu kedalam perangkat kendali yaitu menggunakan micro controller perangkat elektronik,” bebernya.   

Rancangan itu lalu dirakit sedemikian rupa. Dengan patokan alat musik gamelan, sejumlah item lalu dirakit, dibuat sebuah rangka berbahan kayu dengan panjang 100 sentimeter dan lebar 30 sentimeter.

Butuh waktu tujuh bulan, Hendry merampungkan rancangannya. Dia mengaku kesulitan, saat pemograman untuk mendapatkan point setingan robot, agar sesuai dengan notasi lagu yang ingin dimainkan. Menurutnya, agar robotik bisa bekerja, penentuan titik bilah nada harus diperhitungkan. Agar ketika kereta martil memukul lempengan tembaga, bunyinya sesuai dengan not nada lagu.

“ Setiap not nada, nilai jumlah Magnetik Rotari Encoder (Pulza) berbeda. Setiap jumlah posisi nada, dicatat codenya. Ketika kita tekan tombol satu adalah nilai pada titik tersebut, sehingga kereta motorik bisa langsung menuju pada nada yang diinginkan itulah robot berfungsi menguasai nada,” ungkapnya.

Butuh dana sekitar Rp4 juta dalam pembuatan robot hingga bisa dioperasikan. Alat musik gamelan dia pesan dari Jawa. Hingga saat ini, sudah empat lagu yang dikuasai dan bisa dimainkan oleh robot ciptaannya itu. Di antaranya: Lagu Indonesia Raya, Sungai Kapuas, Mars Teknik dan potongan lagu tembang Jawa, Suling Jawa.

“Mungkin ke depan bisa lebih dikenalakan ke masyarakat, agar lebih dikenal. Agar  masyarakat lebih tertarik belajar bagaimana asal muasal gamelan ini, sehingga menjadi inovasi,”ujarnya.

Dia juga berharap, rancangannya ini memotivasi generasi muda untuk bisa mengembangkan teknologi robot. Mengingat saat ini, untuk mengakses segala sesuatu bisa menggunakan perangkat android. “kedepan semoga ada inovasi lagi digenerasi lain, mengembangkan robot. Seperti dikembangkan antar muka aplikasi android menggunakan sistem bluetoth untuk perintah tombol nada manualnya,” kata Hendry yang pernah memperkuat anggota Tim Robot saat mengikuti perlombaan di Bali dan meraih desain terbaik robot berkaki pemadam api ini.

Dosen Pembimbing Hendry Dr Eng Ferry Hadary, ST M Eng mengatakan, sangat mendorong mahasiswa untuk berinovasi, menerapkan teori yang sudah didapat di bangku kuliah, diaplikasikan dalam sebuah karya.

“Bukan hanya karya robot saja. Bisa juga produk lainnya, yang tentunya punya nilai manfaat untuk masyarakat,” kata Ferry.

Dia juga berpesan kepada mahasiswa, agar terus belajar dengan giat dan berinovasi, meski untuk berinovasi tidak hanya bisa dilakukan sejak kuliah di saat duduk Sekolah Dasar juga, bisa berinovasi.

“Kami juga punya kelas robotik untuk anak SD. Melatih mereka bukan untuk mengenal robotnya, tapi melatih inovasi mereka. Itu penting, dilatih dari kecil untuk mengenal bagaimana berinovasi. Agar ke depan untuk bekal mereka sudah dewasa,” pesannya. (*)

Berita Terkait