Malaysia Deportasi 60 WNI, Ini Penyebabnya

Malaysia Deportasi 60 WNI, Ini Penyebabnya

  Sabtu, 28 January 2017 08:23

Berita Terkait

SANGGAU – Sebanyak 60 orang warga Negara Indonesia di Sarawak, Malaysia dideportasi karena dianggap bermasalah oleh Pemerintah Malaysia.

Mereka dipulangkan pada Jumat (27/1) siang kemarin sekira pukul 12.30 melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong. Semua WNI tersebut langsung dilakukan pendataan oleh petugas P4TKI.

Informasi yang diperoleh harian ini dari Kapolsek Entikong, AKP Kartyana menyebutkan sekira pukul 12.30, rombongan WNI bermasalah ini tiba di PLBN Entikong dengan menggunakan 3 unit kendaraan Dinas  Imigrasi Malaysia dengan didampingi pihak Imigresen Semuja, Serian, Sarawak Malaysia dan perwakilan KJRI di Khucing serta perwakilan P4TKI Entikong.

Berselang beberapa menit usai tiba, rombongan 60 WNI yang terdiri 56 orang pria dan 4 orang wanita oleh pihak Imigrasi Malaysia diserahkan kepada pihak P4TKI Entikong dan juga Karantina Kesehatan PLBN Entikong. Setelah itu dilakukan pendataan dan pengecekan kesehatan.

Kartyana menyebutkan bahwa dari hasil pendataan diketahui bahwa 60 orang WNI bermasalah tersebut dideportasi karena masalah kelengkapan dokumen diantaranya tidak memiliki dokumen keimigrasian, keterangan ijin tinggal di Malaysia sudah habis masa berlakunya atau overstay dan tidak memiliki permit kerja.

 “Masalahnya kompleks. Ada sebagian yang terjaring rajia oleh petugas Imigrasi dan Kepolisian Malaysia kemudian ditahan di Depot Semuja Serian Serawak Malaysia dan selanjutnya di deportasi,” katanya.

Belakangan diketahui bahwa 60 orang WNI bermasalah itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Nusa Tenggara Barat sebanyak 22 orang. Kemudian dari Nusa Tenggara Timur 12 orang, Jawa Barat sebanyak 3 orang, Jawa Tengah sebanyak 2 orang dan masing-masing 1 orang dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Yogyakarta. Sedangkan 17 orang lainnya berasal dari Kalimantan Barat.

Sekira pukul 14.20, pihak P4TKI memberangkatkan 60 orang tersebut ke Pontianak dengan menggunakan 2 kendaraan bus angkutan umum jurusan Entikong-Pontianak guna diserahkan kepada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat dan selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pemulangan TKI. (sgg)

Berita Terkait