Malam Semakin Larut, Dentuman Meriam Semakin Nyaring

Malam Semakin Larut, Dentuman Meriam Semakin Nyaring

  Selasa, 5 July 2016 22:53

Berita Terkait

PERMAINAN Meriam Karbit sepanjang Sungai Kapuas di Kota Pontianak pada malam lebaran, Selasa (5/7) benar-benar meriah. Gertak sepanjang pinggir sungai yang biasanya sepi berubah menjadi lautan manusia. Untuk berjalan saja sulit. “Benar-berna semarak permainan meriam kali ini,” kata Umar, warga Pontianak Timur.

Dentuman meriam mulai terdengar saat menyambut azan magrib terakhir puasa. Saat azan berkumandang, satu per satu merian disulut. Bunyinya tiada henti dari satu meriam ke meriam lain. Permainan seperti ini sudah lazim dilakukan sejak dulu. Permainan kemudian berhenti sebentar saat berbuka. Dentuman meriam kembali terdengar setelah Shalat Isya. Permainan terus berlanjut hingga pagi hari.

“Paling seru itu saat tengah malam. Bunyi meriam terdengar bengitu nyaring,” lanjut Umar lagi. Tahun ini sekitar 300 meriam dimainkan. Berjejer sepanjang Sungai Kapuas di Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Cuaca kali ini juga mendukung. Tiupan angin malam dan taburan bintang membuat suasana di pinggir sungai menjadi enak. Apalagi air pasang cukup tinggi hingga sampai ke gertak. Duduk lesehan di gertak sambil mendengar dentuman meriam dan permainan kembang api, benar-benar pemandangan yang sulit dilupakan.

“Setiap tahun saya pasti menyeberang. Duduk di pinggir sungai sambil nonton permainan meriam. Kami biasanya berkelompok,” ujar Tresna, warga Alianyang. Dia tak datang sendirian. Bersama empat rekannya yang lain. “Yang jadi masalah ke sini itu saat macet di jembatan Kapuas. Kemudian parkirnya juga mahal,” tambahnya. Namun masalah itu sirna ketika dia dan rekannya tiba di lokasi permainan meriam.

Bagi Tresna mendengar bunyi meriam seakan punya sensasi tersendiri. Dia belum pernah mendengar bunyi dentuman yang begitu nyaring dan bergetar. Saat pertama kali mendengar bunyi meriam, dia sangat terperanjang. “Tak pernah dibayangkan bunyinya nyaring seperti ini,” lanjut Tresna. Namun untuk mengatasi bunyi itu, dia terpaksa menutup telinga saat meriam dibunyikan.**

 

Berita Terkait