Malam ini, “Grand Final” Duta Baca Kalbar 2017

Malam ini, “Grand Final” Duta Baca Kalbar 2017

  Sabtu, 11 November 2017 10:00
FINALIS : 15 Finalis Duta Baca Kalbar berfoto bersama Pemimpin Redaksi Pontianak Post, Heriyanto usai melakukan kunjungan ke ruang redaksi.Ist

Berita Terkait

PONTIANAK - Malam ini, Sabtu (11/11) akan menjadi malam penentuan bagi 15 Finalis Duta Baca 2017. Di malam puncak ini, finalis akan menyampaikan visi misi di hadapan dewan juri dan penonton.

Finalis Duta Baca Kalbar 2017 berkesempatan meraih penghargaan kategori Duta Baca Favorit pada acara yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace Pontianak ini.  Caranya, penonton bisa nge-vote secara langsung di lokasi acara. Dapatkan voucher menginap semalam dan lunch atau dinner bagi pengunjung yang beruntung.

Grand final dimulai pukul 19.00 ini akan dirangkai dengan pemilihan Relawan Baca, Tokoh Baca, dan Perpustakaan Kreatif. Harapannya, akan mendorong budaya membaca sehingga lebih semarak dan lebih membudaya. Tak ketinggalan pemilihan Duta Baca Cilik hadir untuk kali pertama. Lima Finalis Duta Baca Cilik pun siap tampil.

Untad Dharmawan, Kepala UPT Perpustakaan Provinsi Kalbar mengatakan, pemilihan Duta Baca Kalbar sebagai ajang menarik minat generasi muda untuk membudayakan gemar membaca. Harapannya, even ini bisa terlaksana setiap tahun untuk menjaring generasi muda yang memiliki semangat membangun budaya literasi di Kalbar.

Bersamaan itu pula digelar even pendamping, seperti duta baca cilik. Pemilihan Duta Baca Cilik, untuk menstimulasi minat baca sejak dini. Untad menilai, semangat peserta cukup baik. Termasuk duta baca cilik. Usia yang ikut pun ada yang masih relatif muda, tetapi sudah berani berkompetisi. “Mereka berani tampil saja itu luar biasa. Saya waktu seusia mereka belum tentu berani,” katanya.

Sebelumnya, berbagai rangkaian kegiatan telah dilakukan. Mulai dari pendaftaran, pertemuan teknis, serta pembekalan. Finalis juga melakukan kunjungan ke perpustakaan pemerintah maupun koleksi buku pribadi milik Dosen Untan, Aswandi.

Khairul Fuad, Pegiat Literasi sekaligus Peneliti di Balai Bahasa Provinsi Kalbar menilai, gelaran pemilihan ini baik untuk mendorong minat baca di Kalbar. Namun kata dia, dunia baca tidak bisa dilepaskan dari dunia menulis. Orang menulis, karena ada yang membaca. 

“Secara lingkup yang lebih kecil, membaca itu menjadi kegiatan literasi. Proses literasi itu awalnya karena membaca. Kalau tidak membaca sulit meretaskan kegiatan literasi, baik pribadi maupun komunitas masyarakat,” kata dia.

Di Kalbar, kata dia, tradisi literasi itu bukan lagi hal baru. Bahkan sudah diawali oleh tokoh-tokoh terkenal. Membaca itu merupakan suatu kegiatan membangun literasi. Salah satunya, Syeikh Ahmad Khatib Sambas hingga saat ini dapat dikenali dari karya Fathul Arifin, kaitannya dengan persoalan tasawuf. (mrd)

Berita Terkait