Malam Anugerah Otonomi Award 2015 , Apresiasi Pemimpin Pembawa Kemajuan Daerah

Malam Anugerah Otonomi Award 2015 , Apresiasi Pemimpin Pembawa Kemajuan Daerah

  Jumat, 18 December 2015 08:18
Foto Meidy Khadafi/Pontianak Post

Berita Terkait

 
PONTIANAK - Malam Anugerah Otonomi Award 2015 digelar di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kamis (17/12) malam. Dalam penganugerahan penghargaan untuk tiap daerah, kabupaten dan kota di Provinsi Kalbar yang memasuki tahun ketiga ini, spesial dihadiri pencetus Otonomi Award Dahlan Iskan.

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan Iskan menceritakan saat kali pertama mencetuskan ide mengadakan Otonomi Award. Tidak ada tujuan lain karena dirinya sangat percaya bahwa yang bisa memajukan daerah adalah orang-orang di daerah itu sendiri. "Tidak ada orang dari luar daerah yang mau setiap hari berpikir sungguh-sungguh bagaimana agar daerah itu bisa maju," katanya.

Pendiri Jawa Pos Group itu percaya, memang pada awalnya akan mengalami kesulitan, namun dia tetap yakin pada akhirnya bisa membuahkan hasil. Sebab dari sana akan muncul putra daerah terbaik. Sesuai dengan mekanisme dalam Otonomi Award itu sendiri yang mengharuskan munculnya orang-orang atau pimpinan daerah yang berprestasi. "Dengan demikian orang daerah akan memikirkan kemajuan daerahnya, mampu bersandar pada kemampuan daerah. Itulah tujuan diadakannya Otonomi Award," jelasnya.  

Mantan Dirut PLN itu menyatakan, harus ada yang menghargai dan memberikan apresiasi kepada daerah-daerah. Terutama yang memang betul-betul mempunyai semangat tinggi untuk memajukan daerahnya. Menurut Dahlan, otonomi daerah sampai saat ini tidak mungkin lagi bisa ditarik. Hasilnya pun semakin hari kian nyata. Walau ada juga berbagai kejadian yang kurang menyenangkan dalam praktik otonomi daerah tapi pada umumnya Dahlan mencatat ada suatu kemajuan yang luar biasa.

Banyak sekali daerah yang tidak disangka bisa memperoleh kemajuan praktis tanpa bantuan dari luar. "Saya cukup kaget setelah beberapa tahun tidak ke Pontianak, banyak perubahan yang luar biasa. Saya rasa itu sepenuhnya karena pengaruh kepemimpinan yang betul-betul baik," terangnya.

Dia pun mengaku sangat menghargai para bupati dan wali kota yang betul-betul bisa membawa daerahnya kepada kemajuan. Mantan menteri BUMN itu berharap ada kemajuan dari praktik Otonomi Award yang nyata berpengaruh terhadap kemajuan daerah. "Tampilkan pemuda daerah untuk menjadi pimpinan yang berprestasi karena kebanggaan terhadap daerahnya. Pemimpin yang seperti ini harus tercermin dalam Otonomi Award. Saya selalu menghargai mereka yang sungguh-sungguh dan ikhlas memikirkan rakyat," katanya lagi.  

Henrike Klavert dari GIZ menambahkan, pihaknya sangat bangga bisa bergabung dalam Anugerah Otonomi Award tahun 2015 ini. Dia menyakini melalui event seperti ini tentu bisa mendorong kemajuan daerah. Selain itu inovasi di daerah-daerah pun akan semakin tumbuh subur.

Sementara itu, mewakili Pemprov Kalbar, Asisten III Sekda Kalbar Robert Susanto berharap, apa yang sudah dirintis dan dipelopori PPIP dan GIZ ini bisa bermanfaat untuk kemajuan daerah di Kalbar. Dia juga mengapresiasi langkah GIZ yang selama ini sudah banyak membantu membangun daerah dalam berbagai hal. "Saya bersyukur bahwa Otonomi Award ini sudah bisa sampai ke tiap daerah, yaitu di 14 kabupaten dan kota yang ada di Kalbar," terangya.

Kepada pemerintah daerah baik kabupaten atau kota yang telah berhasil mendapat penghargaan, dia berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Karena yang terpenting adalah terus meningkatkan dan berusaha melakukan inovasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kalbar.  

Dalam Otonomi Award 2015 kali ini, ada sepuluh subkategori penghargaan yang indikator penilaiannya berdasarkan survei publik, inovasi dan eksisting. Di antaranya, akuntabilitas publik yang berhasil diraih Kota Pontianak, layanan administrasi oleh Kabupaten Melawi, layanan kesehatan oleh Kabupaten Landak,  dan layanan pendidikan oleh Kota Pontianak.

Lalu subkategori lingkungan diraih Kabupaten Sanggau, partisipasi publik diraih Kabupaten Ketapang, pemberdayaan ekonomi diraih Kabupaten Kapuas Hulu, pemerataan ekonomi diraih Kabupaten Kubu Raya, pengentasan kemiskinan diraih Kabupaten Sintang dan pertumbuhan ekonomi diraih Kabupaten Mempawah.

Kemudian ada dua kategori tambahan yaitu akselerasi inovasi yang sukses diraih Kabupaten Sanggau dan kategori unik yang diraih Kabupaten Sambas. Ditambah tiga Gold Kategori yang merupakan juara umum dari tiap subkategori. Terdiri dari kategori ekonomi yang diberikan kepada Kabupaten Kubu Raya, kategori pelayanan publik kepada Kabupaten Landak dan kategori politik lokal kepada Kabupaten Ketapang.

Acara yang diselenggarakan oleh Pontinak Post Institute of Pro Otonomi (PPIP) dan didukung oleh Lembaga German International Cooperation (GIZ), the Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP) serta Pemerintah Provinsi Kalbar ini akan menjadi ajang tahunan untuk mendiskusikan dan menganalisa perkembangan pelaksanaan otonomi daerah di Kalbar. (bar)

Pemenang Otonomi Award 2015

Kategori :

1. Akuntabilitas Publik : Kota Pontianak

2. Layanan Administrasi : Kabupaten Melawi

3. Layanan Kesehatan : Kabupaten Landak

4. Layanan Pendidikan : Kota Pontianak

5. Lingkungan : Kabupaten Sanggau

6. Partisipasi Publik : Kabupaten Ketapang

7. Permberdayaan Ekonomi : Kabupaten Kapuas Hulu

8. Pemerataan Ekonomi : Kabupaten Kubu Raya

9. Pengentasan Kemiskinan : Kabupaten Sintang

10. Pertumbuhan Ekonomi : Kabupaten Mempawah

Kategori Tambahan :
1. Akselerasi Inovasi : Kabupaten Sanggau
2. Unik : Kabupaten Sambas

Gold Kategori :
1. Ekonomi :  Kabupaten Kubu Raya
2. Pelayanan Publik : Kabupaten Landak
3. Politik Lokal : Ketapang

 

 

Berita Terkait