Makodim 1206 Dikirimi Ratusan Alsintan

Makodim 1206 Dikirimi Ratusan Alsintan

  Sabtu, 30 July 2016 10:02
ALSINTAN : Ratusan Alsintan bantuan Kementan-RI untuk para petani di Kapuas Hulu melalui TNI, Jumat (29/7) tiba di Makodim 1206 Putussibau.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

Kementerian Pertanian (Kementan) RI  bersama TNI terus berupaya mensukseskan program ketahanan pangan di republik ini. Membangun ribuan hetar sawah baru, termasuk di Kabupaten Kapuas Hulu.

MUSTA’AN, Kapuas Hulu

SEBAGAI kelengkapannya dalam membangun ketahanan pangan, Jumat (29/7) kemarin, Kodim 1206 Putussibau menerima ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dikirim dari Kementan untuk membantu para petani di daerah Kapuas Hulu.

Ratusan Alsintan yang datang itu berupa handtractor 65 unit, mesin tanam 30 unit dan beberapa fasilitas pendukung pertanian lainnya yang diangkut menggunakan tiga buah truk dari Pontianak. Secara teknis, pengelolaan dan penyaluran Alsintan yang didatangkan secara bertahap ke Makodim 1206 Putussibau itu sepenuhnya dikoordiniri Kodim 1206 Putussibau, yakni melalui Brigade Asintan.

Dandim 1206 Putussibau Letkol. Kav Budiman Ciptadi, mengatakan bantuan Kementan RI melalui Dirjend Ketahan Pangan itu diperuntukan membantu petani yang membutuh alat pertanian melalui kelompok tani masing-masing. Hanya saja, untuk saat ini, penggunaannya masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pusat.

“Untuk penggunaan kami masih menunggu Juknis dari pusat,” ungkapnya.

Tugas Brigade Alsintan kata Budiman lagi, akan mendatangi kelompok tani yang memohon bantuan mengelola lahan. Kemudian dibantu oleh TNI membajak, sehingga penanaman menggunakan sistem musim dan dilakukan secara bergiliran.

“Bantuan ini juga diperuntukan membantu terlaksanannya program cetak sawah yang sudah dilakukan dalam tahun ini,” terang Dandim, Jumat (29/7) kemarin.

Dengan kelengkapan Alsintan tersebut, Dandim oftimis sistem pengelolaan pertanian di Kapuas Hulu berjalan lancar, sehingga program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah bisa terealisasi dengan baik. Dilapangan, terang dia, penggunaan Alsintan tersebut juga akan melibatkan para pihak terkait, seperti dari Dinas Pertanian.

“Kami (TNI) hanya melakukan pemeliharaan Alsintan,” tutur dia.

Disinggung pengelolaan cetak sawah, Dandim memastikan sampai saat ini sudah tercetak sebanyak 81,5 persen, pencetakan sawah tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kapuas Hulu.

“Sampai saat ini dibeberapa tempat masih dikerjakan,” katanya.

Menurut Dandim, hampir semua kecamatan sasaran program cetak sawah juga sudah menyatakan kesiapannya dalam mengelola sawat tersebut.

Karena lokasi sawah telah disediakan oleh pihak kecamatan dan program ketahanan pangan ini juga sejalan dengan kebijakan presiden atas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditindak lanjuti pemerintah daerah.

“Pencetakan sawah ini merupakan salah satu solusi terhadap larangan membakar lahan. Adanya pencetakan swah ini diharapkan petani terbantu,” tuturnya. (*)

Berita Terkait