Makmurkan Salat Subuh, Allah Akan Memakmurkan Negerimu

Makmurkan Salat Subuh, Allah Akan Memakmurkan Negerimu

Jumat, 11 November 2016 08:58   339

  “Jikalau sekiranya penduduk negeri – negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat – ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya,” (Al A’raf (7) : 96  ) “ Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula salat fajar. Sungguh salat fajar itu disaksikan “ ( Al Isra (17 ) :78 ).

Pahala salat subuh berjemaah lebih tinggi. Kewajiban melaksanakan salat subuh lebih penting. Doa lebih cepat dikabulkan ketika salat subuh. Namun mengapa manusia tidur pada saat azan salat subuh?.  Rasulullah SAW bersabda “Salat berjemaah lebih utama 25 derajat dibanding salat sendirian, malaikat malam dan malaikat siang, mereka berkumpul di dalam jemaah salat subuh “ (HR.Bukhari). Dalam hadis lain yang senada, Rasulullah SAW bersabda “Para malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu salat subuh dan ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada nereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka, ‘Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba-Ku ?’. Mereka menjawab ‘ Kami meninggalkan mereka dalam keadaan salat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka salat ‘” ( HR.Bukhari ). Qodhi bin Iyadh Ra berkata “ Hikmah mengapa mereka berkumpul pada salat subuh dan ashar, karena itu termasuk kelembutan dan pemuliaan Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya dengan menjadikan para malaikat-Nya berada dalam kondisi para hamba sedang beribadah, sehingga kesaksian malaikat untuk mereka menjadi kesaksian terbaik.”.Sedangkan Al Hafidz Ibnu Hajar RA berkata, “ Hikmah mengapa Allah SWT bertanya kepada malaikat, padahal Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, adalah meminta kesaksian mereka tentang anak Adam bahwa mereka berbuat baik.”

Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah jika menurunkan suatu bala dari langit kepada penduduk bumi, maka Allah akan menghindarkannya dari para pemakmur masjid “ ( HR.Asakir ). Apabila Nabi SAW mengirim peleton pasukan, beliau SAW mengirimkannya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadis ini), adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada’ah.

 Dalam kenyataan di negeri kita, Salat subuh di masjid merupakan salat yang paling sepi jemaahnya. Kondisi ini sungguh sangat menghawatirkan. Kesadaran menunaikan salat subuh berjemaah dan tepat waktu, nampaknya semakin terkikis dan berganti dengan pengabaian masalah dan ketidakmauan untuk berubah, Padahal salat subuh berjemaah memiliki pengaruh luar biasa yang bisa dilihat dari orang–orang yang menjalankannya. Salat subuh memberikan nutrisi pada ruh dan membeningkannya. Tak hanya menjadi cahaya bagi jiwanya, namun juga penguat bagi raganya. Wajah dan tubuhnya memancarkan cahaya yang cemerlang, kharisma dan keindahan. Jika anda bermuamalah dengannya, ia akan sangat toleran, jujur dan menepati segala ucapan. Jika ia seorang pekerja, ia pasti pekerja yang tekun, rajin dan ulet. Jika ia seorang pedagang, ia adalah pedagang yang jujur, dapat dipercaya dan baik hati. Jika ia seorang penguasa, maka ia akan menjadi penguasa yang berlaku adil dan mengupayakan kemashlahatan bagi rakyatnya. Semua itu terwujud di antaranya karena seorang hamba selalu menjaga salat subuh tepat pada waktunya. Bukankah sejak dini, Rasulullah SAW selalu berdoa “ Ya Allah berkahikah umatku selama mereka senang bangun subuh  “ ( HR.Turmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah ). Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad dan al-Baihaqi, diceritakan  bahwa ketika Rasulullah pulang dari salat subuh di masjid Nabawi, beliau mendapati puterinya, Fatimah masih tidur.  Dengan penuh kasih sayang beliau lantas menggerakkan badan puterinya itu sambil berkata “ Wahai anakku, bangunlah, saksikanlah rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari “. Al Barwasawi menulis antara lain “ Di subuh hari ada bukti – bukti kekuasaan, yaitu tergantikannya kegelapan dengan cahaya dan tergantikannya tidur – saudara kematian – dengan kesadaran.” Kemudian ia bersyair “ Jika banyak tidur, bangunkan aku, Karena umur dikurangi oleh tidur. Jika banyak makan, peringatkanlah aku, Karena hati dirusak oleh makanan. Jika banyak bicara, jadikan aku diam. Karena agama dirusak oleh ucapan. Jika banyak uban, sadarkanlah aku. Karena uban, kan diikuti kematian.”

 Ibnu Qayyim RA berkata “ Empat hal yang mendatangkan rezeki : Qiyamullail, banyak istighfar di awal pagi, menepati janji dan zikir di awal hari dan diakhirnya. Dan empat hal yang menghalang rezeki adalah tidur di waktu pagi, sedikit salat, kemalasan dan berkhianat.”

  Wallahu’alam.

 

 

Uti Konsen