Makanan Nyelip, Hindari Tusuk Gigi

Makanan Nyelip, Hindari Tusuk Gigi

  Jumat, 15 April 2016 09:36
BENANG GIGI : Benang gigi berfungsi lebih baik untuk membersihkan gigi, dibanding menggunakan tusuk gigi dan obat kumur

Tusuk gigi merupakan benda kecil yang sering digunakan masyarakat untuk membersihkan sela-sela gigi. Tapi tahukah Anda, menggunakan tusuk gigi bukanlah cara tepat untuk membersihkan gigi. Jika terlalu sering, jangan heran bila Anda merasa gigi tidak lagi rapat, atau ada yang tidak terlihat diantara gigi tersebut. 

Oleh : Marsita Riandini

Tusuk gigi merupakan benda yang paling dicari setelah mengkonsumsi makanan yang berserat seperti sayur-sayuran dan daging. Bahkan di sejumlah rumah makan pun, tusuk gigi disediakan sebagai bentuk pelayanan kepada pengunjung. Lantas sehatkan menggunakan tusuk gigi?

Menjadi For Her, drg. RR Ratri Dini Prasiwi mengatakan bawah tusuk gigi boleh digunakan tetapi hanya untuk menggiring makanan yang melekat digigi agar keluar. Sayangnya, banyak masyarakat yang dengan sengaja menggunakan tusuk gigi sampai tembus ke dalam. Padahal, lanjut dia ini bisa memicu masalah pada gigi . “Biasanya seseorang merasa kalau giginya menjadi jarang. Padahal hanya menggunakan tusuk gigi, tentu saja tidak kuat untuk mengubah posisi gigi,” jelas Kepala Puskesmas PAL III Pontianak ini. 

Lalu apa yang membuat gigi menjadi jarang? Dia mengatakan bahwa bukan giginya yang jarang, melainkan gusinya tersingkap ke atas. “Harusnya gigi itu rapat karena tertutup oleh gusi, menjadi tampak renggang, karena gusinya naik keatas.  Harusnya secara alamiah gusi itu menutupi antara gigi satu dengan gigi lain. Makin sering ditusuk, makin naik gusinya,” ungkap wanita kelahiran Banjarmasin ini. 

Jika gusi naik ke atas, dan membuat gigi terlihat jarang. Otomatis makanan semakin sering terjebak, dan semakin sulit dibersihkan. “Akibatnya nanti giginya berlubang dan tidak ketahuan. Kalau ketahuan bisa cepat di tambal, kalau tidak ini yang sulit. Apalagi jika tidak rajin kontrol setiap enam bulan. Ujung-ujungnya harus dicabut. Apalagi jika berlubangnya di kiri dan kanan, maka harus dicabut dua-duanya,” ulas dia. 

Solusinya saat ini, lanjut drg. Siwi hanya menggunakan teknologi canggih. Itupun dilakukan oleh ahlinya. “Ada gusi buatan, tetapi dia tidak bisa menyatu dengan gusi, cuma nempel saja. Tetapi tekniknya canggih, harus dokter khusus yang sudah ahli menggunakan alatnya,” beber dia. 

Sebenarnya, kata dia yang dibutuhkan untuk membersihkan gigi dengan baik, terutama di celah-celah antara gigi adalah menggunakan benang gigi. “Benang gigi itu seperti benang, tetapi ukuran tipis, terbuat dari lilin. Kalau benang jahit bisa membuat gusi menjadi luka. Kalau sikat gigi tidak bisa membersihkan gigi sepenuhnya,” kata dia. 

Benang gigi bisa didapat di apotek, bahkan kata dia ada beberapa ritel yang sudah menjual benang gigi. “Gunakan benang gigi sebelum tidur. Semua celah dimasukkan benang. Benang gigi modelnya setahu saya ada dua. Tetapi tetap saja menggunakan benang gigi tidak boleh sampai tembus ke dalam. Nah, kalau yang benang gigi setipis itu saja tidak boleh, apalagi tusuk gigi,” terang Siwi. 

Jadi dibanding obat kumur, lebih baik menggunakan benang gigi. “Obat kumur itu bisa jadi solusi untuk mereka yang memang lagi opname, tidak bisa gosok gigi, biar nafasnya fresh. Tapi sebenarnya kalau tidak ada masalah dengan gigi, tidak ada yang berlubang, gusi juga sehat. Nafas secara alamiah akan fresh,” papar dia. 

Dia juga menyampaikan, sebaiknya menggosok gigi dilakukan setengah hingga satu jam setelah makan. Ketika gigi mengunyah makanan, maka dia akan menjadi asam. Bila saat kondisi asam, disikat menggunakan odol gigi maka dikhawatirkan akan membuat ada sebagian kecil dari gigi ikut larut. “Inilah yang kemudian dibilang gigi sensitif, mudah ngilu karena email giginya tidak penuh. Jadi sebaiknya di netralkan dulu, jangan begitu selesai makan langsung sikat gigi. Biarkan kadar asamnya berkurang,” jelasnya. 

Biasakan mengontrol gigi enam bulan sekali. Jangan biarkan masalah gigi menjadi berlarut. Bila ada keluhan cepat diperiksakan. “Prinsipnya kalau masih bisa diobati lebih baik daripada dicabut,” pungkas dia. **

---------------------------

Masalah Lain yang Sering Dianggap Sepele

Menghisap jempol
Pada anak-anak yang sering menghisap jempol, akan membuat pertumbuhan gigi menjadi tidak bagus. Giginya akan menjadi tonggos. Tentu saja ini akan merusak estetika. “ Kalau sudah tonggos bisa ditangani dengan kawan gigi. Tetapi harus dirawat dengan baik, terutama saat membersihkannya. Harus kontrol dua minggu sekali. Itulah sebaiknya saat menggunakan kawat gigi, gigi dalam keadaan baik, tidak ada yang berlubang,” ucap drg. RR Ratri Dini Prasiwi.

Gigit gigi waktu tidur
Saat tidur, ada orang yang menggigit giginya hingga berbunyi. Jika dibiarkan, kata dr. Siwi akan membuat gigi menjadi aus, masuk ke dalam, bahkan bukan tidak mungkin menjadi retak. “ Kalau retak, bisa ditambal asal tidak terkena syaraf.  Solusi lainnya di terapi dengan menggunakan splin gigitan (night guard) yang disesuaikan dengan gigi atas dan bawah. Seperti penyarung gigi, jadi giginya mentok. Diharapkan dengan alat ini tidak lagi seperti menggigit-gigit gigi saat tidur,” jelasnya. 

Buka tutup botol pakai gigi
Ini bukanlah cara yang tepat untuk membuka botol. Pada usia muda, mungkin email gigi masih bagus. Semakin tua, kata drg. Siwi, akan semakin rapuh. “Pas kena apesnya, gigi bisa retak, “ timpalnya. 

Buka bungkusan menggunakan gigi
Membuka bungkusan sebaiknya tidak menggunakan gigi. Lama-lama, kata dia bisa merusak estetika. Gigi akan sedikit maju ke depan, antara gigi yang sering digunakan untuk membuka bungkusan akan berongga. Mudah terselip makanan. Lama-lama bisa merusak gigi. (mrd)