Mahasiwa IKIP Ditemukan Mengapung di Sungai Kakap

Mahasiwa IKIP Ditemukan Mengapung di Sungai Kakap

  Sabtu, 20 February 2016 09:31
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PONTIANAK - Irwan Maryadi, mahasiswa IKIP PGRI Pontianak ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengapung di muara Sungai Kakap, Kubu Raya pada Jumat (19/2) pukul 09.30.Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengecekan, dibantu warga menggunakan speedboat akhirnya jasad yang mengapung tersebut berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan ke tempat penampungan ikan Sungai Kakap.

Kapolsek Sungai Kakap AKP Agus Hasanuddin membenarkan penemuan jasad seorang mahasiswa IKIP PGRI Pontianak tersebut. “Pertama kali ditemukan warga, dan warga itu langsung lapor ke anggota kami,” kata Agus, Jumat (19/2).Dari laporan itu, lanjut dia, menggunakan speedboat milik warga, anggota langsung menuju muara sungai untuk mengevakuasi korban dari lokasi penemuan ke TPI Sungai Kakap. “Posisi korban saat itu terbalik dengan tas punggung yang masih terpakai,” kata agus.

Agus menuturkan, dari dalam tas tersebut ditemukan barang dan identitas korban, diketahui bahwa korban adalah seorang mahasiswa di  IKIP PGRI Pontianak. “Jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit Soedarso, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus dan memang dari IKIP membenarkan jika korban adalah mahasiswanya,” ungkapnya. 

Agus mengatakan bahwa keluarga korban yang mendapat informasi mengenai penemuan mayat tersebut, langsung mendatangi RSUD Soedarso dan langsung membawa korban ke rumah duka di Gang Karya Baru, Jalan Karya Baru, Kecamatan Pontianak Selatan.Agus menjelaskan memang dua hari beberapa hari yang lalu, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat dan orang tua korban mengenai dua orang pemancing yang tenggelam akibat perahu yang dipakai dihantam gelombang besar. “Jadi korban ini pergi mancing bersama temannya ke laut, namun sejak pergi tidak kembali,” ungkapnya.

Tetapi karena saat itu kondisi kondisi cuaca sedang hujan deras, nelayan tidak ada yang berani pergi ke laut untuk membantu polisi mencari ditambah lagi ketiadaan speedboat di Polsek Sungai Kakap. Sehingga direncanakanlah pencarian keesokan harinya. “Hingga akhirnya, nelayan berhasil menemukan satu korban. Sementara sampai saat ini masih ada satu pemancing yang belum ditemukan,” terangnya. (adg)

Berita Terkait