Mahasiswa UGM Jamahi Manua Sadap

Mahasiswa UGM Jamahi Manua Sadap

  Kamis, 23 June 2016 10:00
MAHASISWA UGM: Puluhan mahasiswa UGM tiba di Kota Putussibau, kemarin (22/6). Mereka akan melaksanakan kuliah kerja nyata yang dipusatkan di Embaloh Hulu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Desa Manua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, merupakan desa wisata. Desa penyangga Taman Nasional Betung Kerihun tersebut, merupakan pilihan yang kerap disasar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, sebagai pusat kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mereka.

Rabu (22/6) siang, 25 orang mahasiswa UGM yang akan KKN ke Desa Manua Sadap tiba di Kota Putussibau. Mereka disambut Asisten II Setda Kapuas Hulu Hasan M. Kendati tidak didampingi dosen pendamping, para mahasiswa yang terlihat lusuh ini masih semangat mendengarkan paparan dari Asisten II. Padahal mereka sudah menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam dari Kota Pontianak menggunakan sebuah bus.

Lutfi, perwakilan mahasiswa UGM mengatakan, tujuan mereka ber-KKN ke Manua Sadap untuk menerepkan ilmu yang telah didapat dan dipelajari selama di kampus, kepada masyarakat. "Kami yang datang kesini 25 orang. Kami campuran dari Prodi dan jurusan yang ada di UGM," ucapnya. Menurutnya, mahasiswa UGM sudah beberapa kali mengadakan KKN di wilayah Kapuas Hulu terutama di Embaloh Hulu.

“Sebelumnya UGM telah mengirimkan mahasiswa KKN Ke Kapauas Hulu selama dua tahun berturut-turut dan ini merupakan yang ketiga kalinya KKN di Kapuas Hulu. Sebelumnya di sungai Utik Kecamatan Embaloh Hulu,” jelasnyanya. Lufti mengaku dirinya bersama teman-teman mahasiswa lainnya akan pulang pada tanggal 25 Agustus 2016, dengan menggunakan bus Putussibau-Pontianak.

Dari 25 orang mahasiswa itu, akan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama 12 orang, akan mengabdi kepada masyarakat Desa Manua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu dan 13 orang mengabdi kepada masyarakat di Desa Batu Lintang (Sungai Utik) kecamatan Embaloh Hulu. “Yang kami lakukan lebih pada pengembangan, keterampilan dan inventarisir kebudayaan masyarakat disana,” tuturnya.

Asisten II Setda Kapuas Hulu, H. Hasan M menyambut baik kedatangan mahasiswa UGM yang KKN di Kapuas Hulu. Ia berharap mahasiswa yang sudah menempuh perguruan tinggi ini mampu mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi. “Selama ini mahasiswa menimba ilmu dikampus. Sekarang mengabdi kepada masyarakat, dulunya dikota sekarang didesa," terangnya.

Dia mengatakan, Kecamatan Embaloh Hulu dekat dengan perbatasan negara Malaysia dan Embaloh Hulu merupakan salah satu daerah yang banyak dijadikan tujuan wisata. Baik wisata alam, budaya maupun situs-situs dan cagar budaya. Selain itu, Embaloh Hulu merupan kawasan penyangga TNBK. "Kapuas Hulu kalau dilihat dari peta Indonesi sulit ketemu sebab paling ujung timur Kalbat,” jelasnya.

Hasan sangat menyayangkan kedatangan 25 orang mahasiswa UGM ini tida bisa disambut dengan oftimal dan meriah. Itu karena kurangnya komunikasi dari pihak kampus. Seharusnya UGM dan Pemda bisa harus berkomunikasi sejak awal agar penempatan mahasiswa dapat bagi ke beberapa kecamatan. “Mungkin komunikasi sebatas lewat internet, sehingga kurang terkoordinasi," paparnya.

Hasan, berharap pengetahuan dan keterampilan mahasiswa bisa dikembangkan dan ditularkan pada masyarakat. Mengingat potensi alam Kapuas Hulu sangat banyak. “Saya berharap mahasiswa ini mampu membantu dan membimbing masyarakat," ucapnya. Ia meminta mahasiswa bisa membantu kepala desa yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan desa dan administrasi desa.(aan)

Berita Terkait