Lukisan 9 Arwana Banyak Diburu Kolektor

Lukisan 9 Arwana Banyak Diburu Kolektor

  Minggu, 14 Agustus 2016 10:39
DOK. PRIBADI

Berita Terkait

IKAN arwana melambangkan keberuntungan dan dianggap memiliki kekuatan besar dalam feng shui bagi masyarakat Chinese. Tak heran, banyak yang tertarik memeliharanya. 

Keindahan bentuk dan warna arwana ini juga menginspirasi para seniman untuk melukiskan keelokan sang  pembawa ‘keberuntungan’ ini  ke atas kanvas. Lukisan-lukisan itu pun juga menjadi buruan para kolektor. Sama dengan memelihara ikan, memajang lukisan arwana juga dipercaya membawa hoki. 

Deretan lukisan arwana ini dapat ditemui di salah satu hotel di Pontianak. Lukisan tersebut merupakan karya dari seniman asli Kalbar. Dominannya lukisan jenis ikan arwana merah, yang memang habitatnya ada di Kalbar. 

Melukis arwana bukanlah hal yang mudah. Karena tak hanya menarik, lukisan itu juga harus bernilai jual. Setiap pelukis memiliki keahlian masing-masing dalam mengolah karya seninya agar menjadi menarik dan unik. Apalagi setiap kolektor memiliki selera yang berbeda-beda. Saat mengoleksi lukisan pun, para pecinta arwana memiliki selera tersendiri. Tak hanya bentuk dan warna ikan, jumlah ikan di atas kanvas juga menjadi pertimbangan dan nilai bagi sang kolektor.

“Salah satunya lukisan ikan arwana yang berjumlah sembilan ekor. Saya sudah sering mendapat pesanan lukisan ikan arwana berjumlah sembilan ekor,” ujar Doan Marindra, pelukis berusia 40 tahun yang ditemui di Hotel Aston Pontianak.

Umumnya para pembeli berasal dari etnis Tionghoa, baik warga Indonesia maupun dari Malaysia, Singapura, dan Hongkong. 

“Ikan arwana itu kan dipercaya sebagai simbol keberuntungan. Rata-rata pembelinya orang Chinese. Mereka percaya kalau dipajang di rumah akan membawa hoki. Termasuk kenapa harus jumlahnya sembilan ekor,” jelas Doan. 

Sudah banyak lukisan arwana Doan yang dibeli para kolektor. Saat ini ia pun sedang menyelesaikan pesanan di rumahnya. Lukisan itu berukuran dua meter dengan jumlah ikan sebanyak sembilan ekor. 

Menurut Doan, memindahkan arwana ke atas kanvas tak bisa sembarangan. Apalagi jika lukisan itu berjumlah sembilan ekor. Setiap pelukis harus memahami detail ikan. “Semakin banyak jumlah ikannya, harus semakin ekstra sabar proses pengerjaannya. Sebab harus memperhatikan betul detail ikannya,” jelas Doan.

Tak cukup hanya melihat dari foto saja, Doan pun mempelajari banyak hal tentang arwana, baik kepada peternak maupun para pecinta ikan arwana. “Saya sering diskusi sama pecinta ikan arwana ini. Biasanya saya tunjukkan karya saya, kemudian mereka kasih masukkan agar warnanya ditambah lagi, ekornya harus begini, ekor dan sisiknya seharusnya seperti apa. Nah, ternyata memang benar, banyak pembeli dari luar yang paham soal ikan arwana ini mengatakan hal yang sama,” jelasnya. 

Doan yang sudah melukis sejak lama ini cenderung memiliki seni lukis realis yaitu suatu lukisan yang menggambarkan objek yang sebenar nya ataupun berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Objek ini mulai dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan yang lebih hidup. (mrd)

    

 

Berita Terkait