Lucu Ya, Ngasi Izin, Pemerintah Tak Miliki Data Luasan Sawit

Lucu Ya, Ngasi Izin, Pemerintah Tak Miliki Data Luasan Sawit

  Kamis, 15 September 2016 12:42

Berita Terkait

PONTIANAK-Dalam penelusuran korsup sawit KPK belum lama ini, rerata pemerintah tak miliki data jumlah luasan dan produktifitas sawit rakyat secara rinci. Padahal luasan pengelolaan sawit rakyat se Indonesia besar, kurang lebih mencapai 280-290 ribu hektare.

Apabila memiliki data pasti, bisa digunakan untuk mengukur jumlah pemasukan kas negara. KPK minta pemerintah provinsi melalui dinas pertanian dan perkebunan lakukan pendataan terhadap sawit rakyat.

“Pelatihan training identifikasi dan verifikasi perkebunanan kelapa sawit menggunakan WTA sebenarnya sebagai tindak lanjut dari korsup sawit yang dilakukan KPK belum lama ini. KPK menemukan bahwa pemerintah belum miliki dokumen data terkait jumlah luas dan produktifitas sawit rakyat,” terang Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Barat, Anton P. Wijaya, yang jadi pemateri pelatihan pemetaan menggunakan WTA, Rabu kemarin.

Diceritakan dia, saat korsup sawit, KPK rekomendasikan pemerintah provinsi melakukan pendataan terhadap sawit rakyat agar kemudian ada satu data valid jadi ukuran kesejahteraan masyarakat yang ikut dalam sawit. Dari situ lanjutnya, pemerintah juga dapat melihat jumlah pemasukan negara dari pengelolaan sawit rakyat.

Sebenarnya data luasaan sawit harus diberikan ke pemerintah. Tetapi sejauh ini perusahan yang memang mengembangkan sawit dengan pola-pola plasma kemitraan tidak pernah tunduk dengan aturan transparansi datanya.

Di tempat sama, peserta perwakilan dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Hendarto mengatakan, mudah-mudahan usai kegiatan yang diadakan Sampan Kalimantan ini, dirinya dapat menyerap sampaian ilmu dari pemateri, khususnya dalam hal pemetaan perkebunan menggunakan WTA. 

Kegiatan ini penting terutama untuk pemetaan perkebunan. Selama ini dalam pemetaan  pihaknya mengunakan citra satelit tetapi resolusinya sedang jadi untuk perkebunan yang luasannya dibawah satu hektar sulit terdekteksi.(iza)

Berita Terkait