LSM Kompor Tanam 6.000 Bibit Jernang

LSM Kompor Tanam 6.000 Bibit Jernang

  Jumat, 20 Oktober 2017 10:33
JERNANG: Lokasi pembibitan Jernang di Kecamatan Putussibau Selatan yang dikelola oleh LSM Kompor Kapuas Hulu.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU -- Dalam rangka tata kelola hutan dan lahan gambut untuk mengurangi emisi di Indonesia melalui program UKCCU-ICCTF.  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompor (Komunitas Pembaharuan Organisasi) Indonesia menanam 6000 bibit rotan jernang di lahan seluas 20 hektar Desa Suka Maju Kecamatan Putussibau Selatan.

Ketua Kompor Indonesia Kabupaten Kapuas Hulu, Spangat Hariyadi mengatakan. Kegiatan budidaya jernang oleh LSM Kompor Kapuas Hulu di Desa Suka Maju Kecamatan Putussibau Selatan Tahun 2017 sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu. Dan kini bibit jernang yang ditanam atas kerja sama, dengan kelompok binaan kelompok tani budidaya jernang 'Maju Bersama.'

Lebih lanjut Spangat mengatakan, LSM Kompor adalah anggota konsorsium Walhi Kalbar. "Sumber dana dari majelis Wali Amanat (MWA) ICCTF (Indonsia Climate Change Trust Fund) dalam rangka tata kelola hutan dan lahan gambut untuk mengurangi emisi di Indonesia melalui program UKCCU-ICCTF,"terang aktivis yang konsen memperhatikan masalah lingkungan ini.

Dikatakan, untuk mengelola pembibitan dan penanaman jernang tersebut pihaknya melibatkan tidak kurang 20 orang. "Lahan yang akan kami tanam 20 hektar dengan bibit jernang lebih dari 6000,"jelasnya. Persiapan penanaman bibit jernang dimulai awal bulan Desember Tahun 2016. Sementara untuk kegiatan dimulai Maret 2017 dengan mempersiapkan lahan pembibitan di areal 0,5 ha, pengisian tanah ke polibag, pemuatan bedeng dan pemasangan waring.

Lebih lanjut Spangat mengatakan, pemindahan anakan jernang ke dalam polibag dan perawatan bibit dalam polibag, pembersihan lahan tanam seluas 20 hektar. "Pembersihan lahan tanam sedang dikerjakan dan sudah terlaksana 70 persen,"jelasnya.

Dia optimis kegiatan akan berjalan lancar. Karena masyarakat menyambut antusias program penananam rotan jernang di daerahnya.

Pembuatan lubang tanam, kata Spangat sedang dikerjakan dan penanaman jernang diawal Desember 2017 mendatang. United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU) lembaga donor dari Inggris, Icctf (Indonesia Climate Change Trust Fund) lembaga Wali Amanat nasional perwakilan di Indonesia. "UKCCU dan ICCTF telah menandatangani kerjasama  pada tahun 2016 sebesar 3 juta poundsterling," jelasnya.

Dana tersebut sambung Spangat digunakan untuk kegiatan tata kelola hutan dan lahan gambut untuk mengurangi emisi di Indonesia melalui kegiatan lokal yang fokus dalam pengurangan restorasi lahan gambut di Indonesia. "Jadi program penanaman rontan jernang ini selain untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga sejalan dengan pengurangan restorasi lahan gambut,"jelasnya.

Terkait peran dan tanggung jawab ICCTF yang terus berkembang sebagai lembaga Wali Amanat Nasionaldan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2011 tentang dana perwalian.

Dikatakan, ICCTF saat ini telah menjadi Lembaga Wali Amanat Nasional (National Trust Fund) sepenuhnya dengan disahkannya Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas No. 3 Tahun 2013 dan diperbaharui melalui Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas No. 10 tahun 2014. LWA ICCTF terdiri dari Majelis Wali Amanat (MWA), Pengelola Dana Amanat (PDA), Sekretariat, dan Unit Pendukung Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).(aan)

Berita Terkait