Lontang-lantung Tiga Bulan

Lontang-lantung Tiga Bulan

  Selasa, 29 March 2016 09:22
MENGHUNI PANTI: Ayah Marshanda, Irwan Yusuf saat berada di Panti Sosial Insan Bangun Daya 2, Senin (28/3). FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Berita Terkait

SELAMA bertahun-tahun kehidupan Irwan Yusuf jauh dari kata layak. Sebelum dibawa ke panti sosial pada Kamis pekan lalu (24/3) oleh petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, tiga bulan terakhir Irwan kerap terlihat di kawasan Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan.

Memang sekitar 2010, Irwan tinggal di sekitar kawasan itu. Dia indekos di Jalan Pondok Jaya, Mampang. Nanik, pemilik kos, membenarkan bahwa ayah Caca pernah menyewa kamar di tempat itu. ’’Bulannya saya lupa. Sudah lama banget. Buku daftar kosannya sudah saya ganti,’’ ujar Nanik saat dijumpai di kos-kosan yang menjadi satu dengan rumah tempat tinggalnya.

Irwan hanya indekos di sana selama dua bulan. ’’Saya nggak tahu alasan dia keluar,’’ tuturnya. Namun, dia mengungkapkan, saat meninggalkan kamar kosnya, Irwan masih memiliki tanggungan biaya. ’’Mungkin dia pindah karena malu bayar kosnya nyicil-nyicil terus. Yang terakhir, dia masih punya utang. Tapi, sudah nggak saya tagih,’’ lanjut Nanik.

Selama tinggal di sana, Irwan dikenal sebagai orang yang pendiam. Nanik juga tidak tahu sama sekali profesi Irwan saat itu. Hanya, tingkah lakunya selama tinggal di kamar kos terkadang suka bikin orang mengernyitkan dahi. ’’Dia suka tidur sembarangan. Jadi, saya kan nggak enak dilihat tetangga,’’ ujar perempuan berhijab tersebut.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Irwan sering bertingkah aneh. ’’Dia pernah nyebur ke dalam bak mandi. Padahal, itu kamar mandi buat semua anak kos,’’ ungkap Nanik. Ketika mulai menghuni kamar kosnya, Irwan hanya membawa satu ransel dan sepeda motor rakitan sebagai alat transportasinya sehari-hari. 

Nah, setelah sekian lama meninggalkan kawasan Bangka, tiga bulan terakhir Irwan kembali ke daerah itu. Hal tersebut diungkapkan Heru Santoso, warga setempat yang kerap menjumpai Irwan. ’’Bajunya lusuh dan badannya seperti orang yang nggak pernah mandi. Di kakinya juga banyak luka,’’ tutur Heru yang sempat mengobrol dengan Irwan.

Selama tiga bulan itu, lelaki malang tersebut lontang-lantung. Dia kerap mendatangi Musala As-Salam yang tidak jauh dari bekas rumah kosnya dulu. ’’Dia tidur di teras musala itu,’’ katanya. ’’Kadang dia duduk-duduk di pinggir aliran anak Kali Krukut,’’ lanjut Heru sambil menunjukkan lokasi-lokasi yang dia sebutkan. 

Heru menceritakan, ketika duduk, Irwan kerap bertingkah seperti orang yang sedang mengendarai mobil. ’’Mungkin mengenang saat dulu dia masih punya mobil,’’ tambah Heru. Memang selama berkeliaran di kawasan tersebut, Irwan tidak pernah mengganggu orang. Oleh warga, dia sering ditanya di mana keluarganya dan kenapa tidak tinggal dengan keluarganya saja. Namun, dia hanya diam. (dod/c7/jan)

Berita Terkait