Liverpool 1 vs Swansea 0 : Ancaman Kemapanan Top Four

Liverpool 1 vs Swansea 0 : Ancaman Kemapanan Top Four

  Selasa, 1 December 2015 11:25

Berita Terkait

LIVERPOOL - Panasnya musim dingin di Premier League selama ini hanya dirasakan di London dan Manchester. Karena faktanya, klub-klub dari dua kota itu yang mendominasi top four paro musim Premier League. Liverpool? Sudah tujuh musim lalu kota pelabuhan itu memanas di musim dingin.

    Kalau pun memanas, bukan di Anfield. Tetapi di Goodison Park, homeground tim rival sekota Liverpool, Everton. The Toffees -julukan Everton- dua musim lalu mampu menjejak peringkat empat di paro musim. Selain Everton, cuma Southampton dan Aston Villa yang bisa menggoyang dominasi London dan Manchester.

    Namun, tensi panas itu akan bergeser ke barat mengarah ke Liverpool pada tahun ini. Di bawah Juergen Klopp, The Reds mulai mengancam kemapanan klub-klub London dan Manchester. Pada pekan ke-14 ini, Liverpool mulai mengintip lima besar setelah bisa menyegel posisi keenam.    Ancaman itu diberikan James Milner dkk itu diberikan setelah memastikan home victory pertamanya di Premier League, Senin dini hari kemarin WIB (30/11). Cukup satu tendangan penalti Milner di menit ke-62 yang melesatkan peringkat Liverpool tiga slot dari semula posisi kesembilan.

    Kini, Liverpool hanya perlu menjaga kestabilan permainannya dalam lima pekan tersisa sebelum paro musim. Dimulai saat bertandang ke St James Park menghadapi tuan rumah Newcastle United (6/12), lalu menjamu West Bromwich Albion (13/12), sepekan setelahnya bertandang ke Watford (20/12).    Menjamu Leicester City pasca Natal (26/12) satu-satunya hadangan yang terberat di sisa laga, sebelum mengakhiri paro musim melawan Sunderland di akhir tahun (31/12). “Tiga poin dan naik posisi lagi, itu hebat. Sekarang kami tinggal menjaga keseimbangan saja,”ujar Klopp pasca pertandingan, sebagaimana dilansir dari Daily Mail.

    Menurut Klopp, handicap anak asuhnya kemarin berbeda dengan saat berpesta di Etihad atas Manchester City 4-1 pekan lalu (22/11). Defense The Swans jauh lebih kuat dibandingkan dengan apa yang ditampilkan City untuk membendung gegenpressing ala Klopp.     Swansea yang bermain dengan back four dalam 4-2-3-1 bisa menumpuk lima bek di kotak penaltinya saat tertekan. Praktis, para penggawa Liverpool hanya bisa mencoba menjebol gawang Lukasz Fabiansky dari tendangan jarak jauh. “Pertahanan Swansea ini baru kompak saat melawan kami, dan ini yang akan terjadi dengan tim-tim kecil lainnya saat bertemu dengan kami,” ulas mantan Der Trainer Borussia Dortmund musim lalu itu.

    Tekanan Alberto Moreno, Adam Lallana dan Roberto Firmino dari sisi kiri area serangan Liverpool menjadi kunci kemenangan Liverpool. Whoscored menyebut, sekitar 40 persen serangan Liverpool datang dari sisi itu. Kelebihan sisi serangan itu dilengkapi dari apiknya performa Dejan Lovren di jantung pertahanan Liverpool.    Nyetelnya Lovren, lalu keberhasilan Jordon Ibe meng-cover posisi sayap kanan Liverpool yang ditinggalkan Philippe Coutinho jadi kabar bagus Klopp. Kabar tersebut semakin lengkap dengan comeback-nya Jordan Henderson dan Daniel Sturridge yang sama-sama baru pulih dari cedera.

    Coutinho sudah bisa ditampilkan melawan Newcastle. Lalu, Hendo -sapaan akrab Henderson-yang bermain lagi setelah 3,5 bulan bergulat dengan pemulihan cedera tumit juga bisa menjadi opsi tambahan di lini tengah. Hendo bermain selama 26 menit, lalu Sturridge 19 menit.    Menghadapi Southampton dalam lanjutan Capital One Cup besok akan menjadi ujian bagi Hendo dan Sturridge untuk mendapatkan tempat di posisi utama. Hendo bisa bersaing dengan Emre Can dan Milner di posisi double pivot. Atau dengan masuknya Hendo maka Milner bisa bermain lebih menyerang.

    Sedangkan Sturridge akan meramaikan persaingan dengan Christian Benteke di posisi kesembilan. “Dua pemain penting sudah kembali, ini kabar menggembrakan bagi keluarga besar Liverpool,”lanjutnya. Begitu bahagianya, Klopp bahkan memeluk Hendo pasca pertandingan.    Dilansir dari ESPN, Milner setuju dengan pandangan Klopp yang menyebut tensi laga ini lebih berat ketimbang melawan City. Selain bermain di depan pendukungnya sendiri, Klopp juga terbebani dengan imej sulit mengembangkan gegenpressing melawan klub kecil seperti Swansea.

    “Ini pertandingan tersulit kami (bersama Klopp, Red). Saya tidak merasa ini laga yang layak untuk ditonton. Yang penting kami bisa menang dan mendulang poin lagi,” bebernya. Untuk ke depan, Milner juga menilai kembalinya Hendo dan Sturridge bakal memberi dampak bagus bagi Liverpool.    “Mereka (Hendo dan Sturridge) adalah kehilangan terbesar kami selama ini. Tanpa mereka, untung kami bisa bermain stabil, bagaimana kalau bersama mereka. Jalan masih panjang, dan lihat saja berapa pertandingan lagi yang akan kami menangi,” koar Milner.    Sekedar catatan, gol penalty dari Milner kemarin menahbiskan Liverpool sebagai tim rajanya penalty di Premier League. Statistik Opta menyebutkan penalty dari Milner. (ren)
 

Berita Terkait