Listrik Tenaga Surya Semakin Populer

Listrik Tenaga Surya Semakin Populer

  Jumat, 21 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

LISTRIK tenaga surya akhir-akhir ini banyak dimanfaatkan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Tidak hanya diperuntukan bagi kebutuhan rumah tangga, listrik ramah lingkungan ini juga dimanfaatkan untuk penerangan jalan umum (PJU). Di tahun 2016 ini kabupaten Kapuas Hulu mendapat bantuan 30 titik PJU tenaga matahari dari pemerintah pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pertambangan dan Energi Kapuas Hulu R. Jantan Gampa, Selasa (18/10) siang mengatakan, bantuan pemerintah pusat berupa pemasangan PJU tenaga surya itu diarahkan untuk 30 titik. Yakni di Jalan Ra'un dengan panjang jalan 500 meter atau 10 batang, Jalan Kapel Pala Pulau 150 M (3 batang) dan jalan masjid Darussalam Kedamin panjang jalannya 150 m atau 3 batang.

Selain itu sambaung Jantan, proyek JPU tanaga surya itu juga diarahkan untuk Jalan Samping Geraja Sungai Uluk Bika dengan panjang Jalan 500 meter (10 batang), Lokasi Pasar Kedah Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan dengan panjang jalan 200 mter (4 batang). “Realisasi pembangunan (pemasangan) PJU tenaga surya tersebut paling lambat akan selesai pada Desember 2016,” tuturnya.

Jantan mengaku dinas yang dia pimpim telah mengajukan lebih dari seratus PJU, yang diberikan hanya tiga puluh titik oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Dikatakannya, penerangan jalan sangat penting bagi masyarakat. Utamanya untuk menghindari kerawanan tindakan kriminal. Karena jika jalan gelap dan sepi, akan sangat rawan terjadi kecelakaan berlalulintas atau kriminalitas.

Dikatakannya, PJU tenaga surya dipasang untuk wilayah yang tak terjangkau oleh jaringan litrik PLN. Atau pemukiman penduduk yang tidak terjangkau listrik PLN seperti di daerah pemukiman danau.

“Kalau daerah danau sudah lama meminta bantuan penerangan, karenanya kami terus mengusulkan bantuan ke Pusat,” ungkap dia. Apalagi sebagian danau di daerah ini memang belum asuk listrik PLN.

Jantan menyebutkan, pertimbangan pemilihan 30 titik tersebut, karena belum adanya tiang listrik dan disana lalulintas kendaraan sangat padat, sementara penerangan minim. Sedangkan kendala yang dihadapi adalah minimnya anggaran untuk pengadaan alat penerangan.

"Kalau masyarakat menggunakan PJU Tenaga Surya tak ditagih bayaran pemakaian daya listrik dari pihak lain,”tutur dia. Masyarakat cukup merawatnya PJU yang sudah dibangun pemerintah. Untuk itu, dia menghimbau agar masyarakat agar menjaga dan merawat bantuan yang diberikan pemerintah pusat tersebut, agar bisa dinikmati masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. Jangan sampai alat penerangan seperti aki dicuri. “Masyarakat harus punya kesadaran menjaga dan tumbuh rasa memiliki," katanya.

Lebih lanjut Jantan mengatakan, untuk pelaksana proyek implementasi PJU cerdas tahap 2 tersebut rencananya akan dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Untuk memastikan kualitas dari pelaksanaan proyek tersebut, dia mengaku sudah bertemu pihak perusahaan yang mengerjakan proyek JPU tenaga suryaitu untukmengecek dokumen-dokumen perusahaan pelaksana proyek.(aan)

Berita Terkait