Listrik Padam di Hari Pertama UNBK

Listrik Padam di Hari Pertama UNBK

  Selasa, 5 April 2016 09:37
PERBAIKAN JARINGAN: Petugas PLN tampak sedang memperbaiki GTR Listrik Kedamin. Akibat padamanya listrik PLN ini UNBK SMKN 1 Putussibau kemarin, sempat terganggu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Putussibau, Senin (4/4) pagi, sempat terkendala listrik. Pasalnya pada saat ujian hendak dimulai, tiba-tiba listrik dari PLN sempat padam. Perserta yang ikut UNBK bahkan sempat dibuat kebingungan. Beruntung dalam waktu singkat kendala yang terjadi bisa segera teratasi, di mana siswa yang mengikuti ujian bisa kembali terkonsentrasi.

Padamnya listrik saat ujian dimulai tersebut disesalkan sekertaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kapuas Hulu, M Jumran. Sebelumnya mereka sudah meminta dukungan dari manajemen PLN Ranting Putussibau, agar menjamin kelancaran pelaksanaan UNBK di Kedamin. Pihaknya bahkan sudah berkirim surat kepada PLN Putussibau. “Kami sudah kirim surat," paparnya saat meninjau pelaksanaan UNBK.

Hari pertama pelaksanaan UNBK, kata Jumran, hanya berlangsung beberapa jam, mulai puku 08.00 – 12.30 WIB. Untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman, Disdikpora sudah menyiapkan genset untuk UNBK.

Sementara itu, manager PLN Rayon Putussibau, Mario Martua Gultom, menjelaskan pemadaman listrik di sekitar SMKN 1 Putussibau, karena GTR listrik di Kedamin putus. Namun dia memastikan jika kondisi tersebut telah dengan begitu cepat tertangani.

Pada saat perbaikan, kata Mario, kondisi kelistrikan mesti dipadamkan. Pasalnya, para petugasnya harus melakukan tindakan emergensi, lantaran kabel yang putus ke tengah jalan bisa membahayakan pengendara yang kebetulan melintas. “Terpaksa kami padamkan, karena kabel yang putus jatuh ke jalan," terang Mario saat ditemui diruang kerjanya.

Ia juga menegaskan jika perbaikan emergensi itu tidak memakan waktu berhari-hari, di mana hanya butuh waktu dalam hitungan jam saja. "Kami usahakan cepat, ini tidak lama paling 1 atau 2 jam sudah selesai. Saya juga sudah dapat telfon dari SMKN 1," tuturnya.

Mario tak memungkiri jika dalam beberapa minggu terakhir memang kerap terjadi biarpet di wilayah Kedamin. "Kemarin buarpet karena PLN sedang membuat titik lepas. Jadi kalau ada masalah pada jaringan, tidak semua daerah padam, hanya daerah yang bermasalah,” jelasnya.

Sejauh ini mereka sudah membagi lima fider jaringan, masing-masing ada titik lepas. Lima fider dimaksud dia yakni fider 4 di daerah Desa Seluan, fider 1 (Desa Bika), fider 2 (Dogom), fider 5 (Komplek Pemda Kapuas Hulu), serta Fider 3 (Kedamin) dan Melapi. "Dari fider yang ada memang fider 3 yang paling panjang jaringan, dari Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan sampai Nanga Suruk,” katanya.

Mario menjelaskan jika dulu dengan sistem paralel, ketika terjadi gangguan, pemadaman berlangsung sampai ke kota. Sekarang ini, dipastikan dia, tidak demikian lagi. Dengan tersedianya recloser atau sekat aliran, diungkapkan dia, tidak semua daerah terkena pemadaman, ketika terjadi gangguan pada titik-titik tertentu saat perbaikan. "Jadi di daerah yang terganggu saja, tidak semua daerah dilakukan pemadaman," ungkapnya ramah.(aan)

Berita Terkait