Lindungi Keluarga dari Penularan HIV/AIDS

Lindungi Keluarga dari Penularan HIV/AIDS

  Minggu, 21 February 2016 07:23

Berita Terkait

Tanya:

Bapak/Ibu yang saya hormati. Suami saya seorang pecandu. Dia juga sudah pernah melakukan hubungan intim dengan wanita lain. Meskipun kini dia sudah berubah, saya masih khawatir apakah hal itu bisa menyebabkan kami tertular HIV/AIDS? Terus mungkin masih banyak orang-orang seperti saya yang bisa tertular karena perbuatan suaminya. Tolong dong Bapak/Ibu, kami mohon jawabannya.

 

 

Jawab:

Kami turut prihatin terhadap apa yang menimpa anda. Namun tetap saja anda harus bersyukur karena suami anda ternyata sudah berubah, sesuatu yang tidak mudah dilakukan oleh seorang pecandu, ternyata dia bisa.

Pertanyaannya adalah apakah suami anda dulunya pecandu narkoba jarum suntik? Dan apakah ketika suami anda berhubungan intim pasangannya adalah WPS (wanita pekerja seks)? Kalau ya, maka berarti suami anda dan anda termasuk dalam kategori beresiko untuk tertular HIV/AIDS. Kalau tidak, maka anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan tertular sangat jauh.

Sebagaimana diketahui penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan seks yang tidak terlindungi dengan orang yang telah terinfeksi HIV, dan kontak darah (seperti: Narkoba jarum suntik yang dipakai bersama dengan salah seorang pecandu pengidap HIV, pembuatan tato dengan alat yang terkontaminasi darah klien pengidap HIV, dan lain-lain). Selain itu penularan HIV juga melalui bumil HIV positif kepada bayi yang dikandungnya, dan tranfusi darah (pendonor HIV positif).

Sdri Fm, saat ini keluarga di rumah menjadi korban penularan HIV AIDS akibat perilaku orang lain yang ada di sekitarnya, yang semestinya justru menjadi pelindung dari berbagai bahaya yang mengancam, termasuk tentu saja dari ancaman penyakit yang belum diketemukan obat penangkalnya ini. Bukan malah membawa pulang ancaman penyakit yang tidak hanya berdampak pada kehidupan suami istri, namun juga bagi anak keturunan.

Melalui media ini, kepada para suami hendaknya berpikirlah yang sehat, jangan merusak kebahagiaan rumah tangga dan masa depan anak istri, dengan perilaku gegabah demi kenikmatan sesaat. Anda tertular HIV, berarti anda meracuni keluarga anda. Nampaknya saat ini komitmen rumah tangga yang sejak awal dibangun, perlu memasukkan unsur kesepakatan dan kesanggupan untuk memberikan perlindungan terhadap keluarga dari penularan HIV/AIDS. Setidak-setidaknya dengan perilaku suami yang setia terhadap pasangan, tidak terlibat dalam penyalahgunaan Napza, dan perilaku lainnya yang beresiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS.

Sebagaimana diketahui sampai akhir September tahun ini tercatat lebih dari 6.000 kasus HIV/AIDS, 50,2% diantaranya diderita oleh wanita. Angka ini meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya 30an % bagi wanita. Angka ini baru yang terlihat dipermukaan, angka riilnya bisa lebih besar lagi, sebagaimana fenomena gunung es, hanya puncaknya yang kecil yang terlihat,  sedangkan bagian dasarnya yang tidak kelihatan justru jauh lebih besar.

Oleh karena itu, salah satu yang mestinya digalakkan untuk memutus rantai penyebarluasan penularan virus HIV adalah dengan memberikan perlindungan optimal kepada kaum wanita. Untuk itu diperlukan kerjasama semua pihak, karena ternyata masalah HIV/AIDS tidak hanya seputar masalah penularan saja, namun bersangkut paut dengan pengetahuan, sosial ekonomi dan budaya.

Deteksi dini sangat diperlukan terhadap para wanita khususnya yang berperilaku resiko tinggi, seperti wanita pekerja seks, pengguna Narkoba jarum suntik, dan suami yang memiliki perilaku resiko tinggi.

Voluntary Counselling and Testing atau Konseling dan Tes Sukarela merupakan pintu masuk kesemua layanan HIV/AIDS. Mulai dari konseling, pemeriksaan hingga pemberian therapi ARV (antiretroviral). VCT kini dapat diakses hingga di berbagai pelosok di wilayah Kalbar. 

Jadi, membawa dan memeriksakan wanita yang beresiko tinggi untuk tertular HIV/AIDS ke VCT terdekat, tidak hanya tanggung jawab yang bersangkutan, namun juga bagi orang-orang yang ada disekitarnya, bahkan masyarakat pada umumnya. Karena melindungi wanita dari penularan HIV/AIDS berarti memutus bagian terbesar dari pertumbuhan kasus penyakit ini. (*)

Berita Terkait