Limpah Sejahtera Komitmen Perbaiki Jalan, Sumbang 90 Kubik Batu & 150 Truk Pasir

Limpah Sejahtera Komitmen Perbaiki Jalan, Sumbang 90 Kubik Batu & 150 Truk Pasir

  Senin, 15 February 2016 08:22
PENIMBUNAN: Truk pengangkut batu dan pasir serta alat berat milik perusahaan diterjunkan untuk memperbaiki jalan yang rusak di sepanjang ruas Jalan Pelang – Simpang Kanal. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PESAGUAN – Sebanyak 50 unit truk pengangkut crude plam oil (CPO) milik PT Limpah Sejahtera yang ditahan oleh warga Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), akhirnya dilepaskan. Pihak perusahaan akhirnya memenuhi tuntutan warga agar memperbaiki kerusakan ruas jalan dari simpang tiga Pelang hingga simpang empat Kanal.

Manajer Umum PT Limpah Sejahtera, Robin Sianturi, memastikan jika mereka menyepakati untuk memperbaiki titik kerusakan ruas jalan Provinsi tersebut. "Kita sepakati tuntutan masyarakat dan kita akan perbaiki jalan yang rusak. Sementara truk kami sudah diperbolehkan melintas," kata Robin, kemarin (14/2).Ia memastikan tuntutan masyarakat agar perusahaan memperbaiki kerusakan jalan sudah dipenuhi mereka sejak 29 Januari 2016. "Hanya saja pada 11 Februari kemarin truk pengangkut CPO ditahan lagi. Akhirnya kita berunding dan menemui kesepakatan," jelasnya.

Perbaikan jalan dilakukan mereka dari simpang tiga Pelang hingga simpang empat Kanal yang panjangnya sekitar 3 kilometer. Perbaikan yang mereka lakukan berupa penimbunan lubang dengan menggunakan batu dan pasir. "Hingga saat ini sekitar 90 kubik batu telah kita timbunkan dan 150 truk pasir juga sudah timbunkan," ungkap Robin.Penimbunan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar ini pun sudah selesai dilakukan mereka, dari simpang Pelang hingga simpang Kanal. "Sembari berjalan, perbaikan masih akan terus dilakukan dari simpang Kanal hingga simpang Kacong," paparnya.

Terkait tudingan beberapa pihak yang menyebutkan kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan-kendaraan angkutan sawit mereka yang melintas, Robin pun meluruskan pernyataan tersebut. Menurutnya, kendaraan yang melintas di sepanjang Pelang – Tumbang Titi tersebut tidak hanya milik mereka saja. Namun, dipastikan dia, juga kendaraan milik perusahaan lain dan kendaraan lainnya juga ikut melintas.

"Kami juga kurang setuju dengan pernyataan tersebut. Ada beberapa perusahaan yang beroperasi dan menggunakan jalan tersebut. Tapi kenapa hanya kendaraan kita saja yang ditahan? Kenapa yang lain tidak? Kami juga rutin memperbaiki jalan tersebut," ungkapnya.Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah memperhatikan permasalahan ini. "Kita komitmen untuk memperbaiki kerusakan jalan yang kami lewati. Tapi untuk membuat jalan itu mulus dengan dibangun menggunakan aspal, itu tidak mungkin. Karena kita juga keterbatasan dana," kata Robin. "Kita harapkan juga masyarakat tidak melakukan penahanan. Karena penahanan dilakukan kami anggap tidak adil. Sementara mobil perusahaan lain yang melintas di jalan tersebut tidak ditahan. Bahkan saat armada perusahaan kami berhenti melintas karena ada perbaikan jalan, justru mobil-mobil perusahaan lain tetap saja melintas," tambahnya.

Sebelumnya, pada 11 Februari lalu, sekitar 50 truk milik PT Limpah Sejahtera ditahan oleh sekelompok warga. Mereka menahan dan meminta agar perusahaan tersebut memperbaiki jalan yang rusak. Setelah dilakukan pertemuan dan perundingan dengan Muspika MHS, dicapailah kesepakatan. Pihak perusahaan pun sepakat untuk memperbaiki kerusakan jalan, hingga akhirnya truk yang ditahan pun dibolehkan untuk melintas. (afi)

Berita Terkait