Lima Pesawat Tak Laik Terbang

Lima Pesawat Tak Laik Terbang

  Kamis, 23 June 2016 09:30
MUDIK: Penumpang baru saja tiba di pintu keluar kedatangan Bandara Supadio kemarin (22/3). Menjelang Hari Raya Idulfitri, petugas terkait di Bandara sudah mulai bersiap mengantisipasi lonjakan arus mudik dari dan ke Pontianak. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Jakarta – Target zero accident terus dikejar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam angkutan lebaran. Pengecekan moda transportasi pun tak lagi dilakukan secara acak, termasuk untuk sektor udara. Dalam pengecekan menyeluruh yang sudah dilakukan, ditemukan lima pesawat tak laik terbang.

Suprasetyo, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub menuturkan, lima pesawat tersebut milik maskapai xpress air, Indonesia Air Asia, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Indonesia Air Transport. Kelimanya mengalami kerusakan besar berupa masalah suhu mesin, suhu AC dan navigasi. 

”Sudah di-grounded dan ditangani. Saat ini sudah kembali beroperasi. Sudah laik terbang,” tuturnya usai ramp check pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, kemarin (22/6). 

Selain lima pesawat tersebut, ditemukan pula beberapa kekurangan pada pesawat lain. Tapi, kata dia, temuan itu bukan hal signifikan seperti masalah kursi, lampu dan lainnya. Sehingga, tidak perlu digrounded karena bisa langsung ditangani. ”Ini kan kita ramp check, dilakukan di apron pesawat. jadi bisa langsung ditangani. Bukan di parkir,” tuturnya. 

Hingga kemarin, Ditjen Perhubungan Udara sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 1.624 kali pada 552 pesawat. Pemeriksaan yang dilakukan sejak 27 Mei itu meliputi kelaikan pesawat dan operasional pesawat. Dari mulai kondisi ban, rem, baut, mesin, serta bagian dalam pesawat, seperti peralatan kendali, oksigen, tempat duduk dan lainnya. Ramp check dilakukan di 31 bandara di Indonesia.

Suprasetyo menuturkan, jumlah pesawat ini lebih dari target yang ditentukan. Yakni, 529 pesawat untuk angkutan lebaran yang dimulai pada H-12 (24 Juni 2016) sampapi H+10 (17 Juli 2016). ”Selain kondisi pesawat, kita juga melakukan pemeriksaan pada fasilitas dan pelayanan lalu lintas penerbangan (air navigation),” ungkap Mantan Kaotban Bandara Hang Nadim, Batam itu. 

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Muhammad Alwi menambahkan, adapun jumlah pesawat yang diperiksa masih akan bertambah. Karena pemeriksaan masih terus berlangsung hingga hari ini. ”Ini tadi masih ada sekitar 20-an lagi. Pemeriksaan mencakup untuk pesawat ekstra flight juga. Nanti hasilnya akan dilaporkan pada Menteri Perhubungan,” ujarnya. 

Dari pemeriksaan yang tengah berjalan tersebut, lanjut dia, tak ada temuan signifikan. Semua bisa langsung diperbaiki. Sehingga, dia menyatakan bahwa angkutan udara siap untuk angkutan lebaran 2016. ”insyaalloh memenuhi kriteria kelaian udara. Safe for flight,” papar pria asli Madura itu. (mia)

Berita Terkait