Lima Pejabat Polres Berganti

Lima Pejabat Polres Berganti

  Selasa, 24 May 2016 09:30
UCAPAN SELAMAT: Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin mengucapkan selamat kepada beberapa pejabat baru di wilayah hukum Polres Kapuas Hulu, Senin (23/5) di halaman Mapolres. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu kembali melakukan mutasi terhadap lima pucuk pimpinan kepolisian sektor (Polsek) dan jabatan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops). Kepala Polres (Kapolres) Kapuas Hulu AKBP Sudarmin menjelaskan bahwa mutasi tersebut dilakukan untuk penyegaran organisasi di tubuh Polri, dalam rangka meningkatkan kinerja dan performa mereka melayani masyarakat.

"Mereka yang dimutasi ini bukan karena kerjaannya tak beres," tegas Kapolres saat memimpin upacara mutasi pejabat Polres, di halaman Mapolres Kapuas Hulu, Senin (23/5) kemarin. Kepada wartawan, Sudarmin menjelaskan jika para pejabat tingkat sektor yang berganti adalah Kapolsek Embaloh Hulu Iptu Josni Barus yang digantikan Iptu T Indra Cahya, kemudian Kapolsek Putussibau Selatan Iptu Agus Susilo digantikan Ipda M Sutikno, Kapolsek Putussibau Utara Iptu Sri Mulyono digantikan Iptu H Salmansyah, Kapolsek Silat Hulu Iptu M Sutikno digantikan Iptu Josni Barus. Sementara satu kepala bagian (Kabag) di jajaran Polres Kapuas Hulu berganti yakni Kabag Ops Kompol Bagus Nyoman Gede Junaidi yang digantikan AKP Joko Sarwono. Junaidi sendiri akan menempatkan posisi barunya sebagai Kepala Sub Bagian Seleksi Biro Sumber Daya Manusia di Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar. Kapolres sekali lagi menegaskan bahwa pergantian pejabat Polri merupakan hal yang biasa untuk promosi jabatan bagi yang dimutasi. 

Sudarmin meminta agar para kapolsek yang baru dapat lebih aktif melakukan penyuluhan dan sosialisasi, terkait permasalahan di masyarakat. Salah satunya yang menjadi sorotan Kapolres asalah aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Karena pihaknya sudah membekali Babinkamtibmas untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya atau dampak PETI. Setelah sosialisasi, dipastikan dia bahwa Polres bersama pemerintah setempat akan melakukan penindakkan jika masih ada kegiatan tersebut.

Dia menegaskan bahwa aktivitas PETI jelas-jelas sangat dilarang. Di sisi lain dia juga tak bisa memungkiri jika kepolisian tidak bisa memberikan solusi bagi kegiatan ilegal tersebut, selain melakukan penindakkan. "Saya rasa masyarakat ini sebenarnya dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab, agar mereka tetap melakukan PETI," ucapnya. 

Kapolres mengaku ingin memutus rantai kegiatan PETI, dengan menangkap pengepul dan pemodal di daerah Kapuas Hulu ini. Dia yakin, pada saat pengepul dan pemodal ditangkap, maka masyarakat di bawah juga otomatis tidak bisa bekerja. Dengan demikian, harapan dia, pemerintah setempat bisa memberikan solusi ke depannya. 

“Bisa saja nanti kegiatan PETI difasilitasi oleh Pemda dengan melakukan kepengurusan izinnya,” ucapnya. Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan PETI yang dilakukan di jalur sungai tetap dilarang, karena merusak lingkungan. (aan)

Berita Terkait