Lima Kilogram Sabu Dimusnahkan

Lima Kilogram Sabu Dimusnahkan

  Selasa, 10 January 2017 09:30
MEMUSNAHKAN SABU: Pemusnahan sabu seberat 5 kilogram di Mapolresta Pontianak, Senin (9/1). Sabu ini hasil tangkapan di Bandara Supadio beberapa waktu lalu. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Polisi memusnahkan sabu seberat lima kilogram. Sabu tersebut merupakan hasil penyitaan dari tangan pemiliknya, yakni Ridwan dan Beni Sugiarto yang ditangkap di Bandar Udara Supadio, Kubu Raya pada 12 Desember lalu. 

Kapolresta Pontianak, Kombes Iwan Imam Susilo mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan karena sudah mendapat kepastian hukum dari pihak Kejaksaan Negeri Pontianak, yakni para tersangka telah menjalani persidangan dan tinggal menunggu vonis dari hakim. 

Akan tetapi, lanjut dia, meski para tersangka telah menjalani proses persidangan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap bandar atau pemilik sabu sebenarnya. 

“Seperti yang saya sampaikan sebelumya, jika berdasarkan keterangan barang haram ini asalnya dari Malaysia,” kata Iwan usai pemusnahan barang bukti di halaman Mapolresta Pontianak, Senin (9/1). 

Iwan mengungkapkan dalam setahun terakhir, Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar berhasil mengumpulkan barang bukti narkotika sebanyak 200 kilogram yang didapat dari Polres yang ada di Kalbar. 

Pengungkapan itu, menurut Iwan merupakan fenomena gunung es, yang nampak dipermukaan hanya sedikit ketimbang yang sudah beredar di masyarakat. “Masih banyak yang tidak terdeteksi yang beredar di masyarakat. Ini menjadi masalah serius yang perlu ditanggani bersama,” ucapnya. 

Sementara itu, ditambahkan Ditresnarkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Barus Purnama mengatakan tahun ini pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia Sarawak untuk menekan masuknya narkotika ke Indonesia.

Dia berharap, melalui kerjasama itu, Kepolisian Sarawak dapat lebih proaktif dan dapat bersama-sama kepolisian di Kalbar  memberantas narkotika. “Tentu dari kerjasama ini kami berharap narkotika dari malaysia tidak masuk ke Indonesia, khususnya Kalbar,” harapnya. 

Saat ini Barus menambahkan, perlu peningkatan kewaspadaan terhadap upaya penyelundupan narkotika. Karena para pelakunya terus berusaha agar barang haram yang mereka kirim lolos dari pengawasan. Salah satu caranya adalah dengan menyembunyikan narkotika ke pakaian bekas, gula, mesin yang akan dikirim ke Indonesia menggunakan kontainer.  

“Barang yang dibawa itu hanyalah kamuflase saja. Karen narkotika diselipkan didalam peralatan dan juga pakaian bekas,” ungkapnya. 

Dia menuturkan, upaya-upaya itu pasti akan dilakukan sindikat narkotika, karena saat ini di jalur darat penjagaannya sudah semakin ketat, sehingga mereka mencari celah melalui jalur perairan. 

“Modus-modus seperti ini yang harus diwaspadai,” terangnya. (adg)

Berita Terkait