Lima Bapaslon Daftar KPU

Lima Bapaslon Daftar KPU

  Kamis, 11 January 2018 10:00
DAFTAR: Anggota KPU Kubu Raya terlihat sibuk memeriksa berkas pendaftaran pasangan calon bupati Kubu Raya periode 2018-2023. Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Kubu Raya resmi ditutup pada (10/1) tepat pukul 00:00. Sejak awal hingga pendaftaran ditutup terdapat lima bapaslon yang mendaftar ke KPU Kubu Raya.

Ketua KPU Kubu Raya menerangkan, lima bapaslon yang telah mendaftar tersebut yakni Suronto-Alexander, Muda Mahendrawan-Sujiwo, Muhammad Sholeh - Martinus,  Werry Syahrial- HM. Nasir, Hamzah Tawil-Kohim.

Untuk pasangan Suronto semula, meski saat mendaftar di hari pertama pada (8/1) dokumennya dikembalikan karena belum lengkap, namun pada (10/1) malam sekitar pukul 20:00 kembali melengkapi persyaratan.

“Sejauh ini semua persyaratan bapaslon lengkap dan memenuhi persyaratan dan bisa melakukan tahapan berikutnya yakni pemeriksaan kesehatan,” kata Gustiar kepada Pontianak Post, Rabu (10/1) di Kantor KPU Kubu Raya.

Seperti diketahui saat ini Bapaslon Muda Mahendrawan-Sujiwo maju dalam Pilkada dengan dukungan 8 partai, seperti Nasdem, Demokrat, PKS, PPP, Hanura, Gerindra, PDIP dan PKPI. Sedangkan Bapaslon Hamzah Tawil-Kohim maju dengan dukungan Partai Golkar dan PKB.

Gustiar menerangkan, bagi semua bapaslon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan, pada waktu rekapitulasi lalu, semuanya memang belum memenuhi syarat dukungan sebanyak 34.974 dukungan. Setelah dilakukan rekapitulasi KPU memberikan kesempatan mendaftar untuk memperbaiki jumlah dukungan yang disampaikan ke KPU yang  diberikan waktu sesuai dengan jadwal pada 18 hingga 20 Januari mendatang.

“Kekurangan yang diberikan itu minimal disampaikan pada 30 Desember lalu,” jelasnya.

Jika saat verifikasi faktual nanti, dukungan bapaslon melebihi angka minimal 34.974 maka dia bisa masuk ke tahap berikutnya, yakni bisa ditetapkan menjadi pasangan calon, namun belum memenuhi syarat minimal maka tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya.

Mengingat tahun ini Kubu Raya akan melakukan Pilkada untuk yang ketiga kalinya, Gustiar mengimbau semua masyarakat Kubu Raya untuk dapat meningkatkan partisipasinya dalam menentukan pemimpin di kabupaten ini periode 2019-2024.

Jadi selanjutnya kata Gustiar pihaknya akan mengingatkan kembali melalui sosialisasi bagi masyarakat untuk bisa menggunakan hak pilihnya dengan  datang ke TPS untuk menentukan siapa pemimpin Kubu Raya ke depan.

“Sayang jika hak suara tidak digunakan, karena partisipasi masyarakatlah yang akan menentukan pemimpin Kubu Raya nantinya,” jelasnya.

Gustiar optimistis seiring dengan gencarnya sosialisasi sekaligus edukasi yang dilakukan pihaknya, maka akan memicu peningkatan partisipasi pemilih di kabupaten ini. “Kalau sebelumnya angka partisipasi pemilih di Kubu Raya hanya sekitar 71 persen, tahun ini kami yakin partisipasi masyarakat bisa naik menjadi 75 persen hingga 80 persen,” pungkasnya, seraya mengimbau masyarakat dan semua pihak untuk menjaga suasana aman dan kondusif selama proses hingga tuntasnya Pilkada Kubu Raya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Muda-Jiwo, Usman berharap tingkat partisipasi pemilih di Kubu Raya juga bisa meningkat pada Pilkada tahun ini. “Karena ini sudah Pilkada yang ketiga kalinya, saya harap semua pihak termasuk masyarakat Kubu Raya untuk lebih cerdas dan dalam memberi menyukseskan pesta demokrasi,” ucapnya.

Hal senada juga diutarakan tim pemenangan Hamzah Tawil-Kohim yang menginginkan adanya suasana aman dan damai dalam Pilkada Kubu Raya tahun 2018 ini. “Selain sama-sama kita menjaga suasana aman dan kondusif, saya harap masyarakat bisa lebih cerdas dalam berpolitik dan menggunakan hak suaranya. Karena hak suara dari setiap masyarakat inilah yang akan menentukan siapa yang akan memimpin Kubu Raya ke depan,” kata Suharso. (ash)

Berita Terkait