Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan ke Lombok Naik 300 Persen

Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan ke Lombok Naik 300 Persen

  Selasa, 10 May 2016 15:21

Berita Terkait

LIBUR panjang telah usai, warga yang bepergian telah kembali dan menjalani kehidupan normal. Industri pariwisata sibuk menghitung rezeki yang diperoleh dari libur panjang akhir pekan.
Sumatera Barat (Sumbar), misalnya, mengklaim pemasukan Rp 50 miliar lebih selama empat hari liburan. Nusa Tenggara Barat (NTB) belum merilis angka resmi, tapi mencatat kenaikan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri sebesar 300 persen selama libur panjang.
Peningkatan jumlah kunjungan paling terasa terjadi di Gili Trawagan. Di sini, wisatawan rela tidur di alam terbuka karena rumah penduduk penuh, dan homestay tak kuasa menampung pembludakan wisatawan.
Kebanyakan wisatawan datang dari kota-kota di Pulau Jawa, terutama Jakarta dan Surabaya. Mereka menggunakan kendaraan roda empat.
"Mereka mengunakan jasa penyeberangan dari Padaang Bai, Bali," kata Wayan Rosa, manajer usaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP). "Penumpang perorangan menggunakan angkutan umum dari Bali ke Lombok."
Jumlah kedatangan di Bandara Internasional Lombok juga mengalami kenaikan 25,2 persen dibanding hari biasa. Dinas Pariwisata NTB juga mencatat kenaikan tingkat hunian di seluruh hotel mencapai 27,4 persen.
Kunjungan wisman juga meningkat sekitar 22,6 persen. Kebanyakan mengisi kamar-kamar hotel berbintang. Khusus di Gili Trawangan, mereka mengisi 5.000 kamar hotel.
Imam Wahyud, general manager Vila Ombak, mengatakan okupansi mencapai 100 persen. Dominique Duvivier, general manager Senggigi Beach Resort, membenarkan.
"Transportasi kapal cepat Benoa-Bali dan Padang Bai ke Gili Trawangan sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan," kata Duvivier.
Peningkatan kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan tidak hanya dinikmati usaha besar, tapi juga masyarakat penjual makanan di pinggir jalan. Wisatawan domestik berkantong pas-pasan adalah pasar mereka.**

Berita Terkait