Libatkan Masyarakat Berantas Narkoba

Libatkan Masyarakat Berantas Narkoba

  Rabu, 20 April 2016 09:51
BNN: Suasana raker BNN beserta element masyarakat Kabupaten Mempawah.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Peran aktif dan keterlibatan element masyarakat dalam memerangi peredaran gelap narkotika sangat strategis. Karenanya, Kamis (14/4) lalu bertempat di Wisata Nusantara Penibung, Badan Narkotika Nasional (BNN) Mempawah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) peningkatan peran dan partisipasi masyarakat dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Raker yang diikuti 30 element masyarakat mulai dari KNPI, NU, Muhammadiah, MABM, Pemuda Pancasila, DAD, GERAM dan sejumlah ormas lainnya itu, dipimpin Kepala BNN Kabupaten Mempawah AKBP. A.H. Daulay, SH dan dihadiri pula Kasat Narkoba Polres Mempawah, AKP Suparjo, SH.

“Pintu masuk narkoba lebih banyak melalui jalur darat, yang selama ini sangat minim pengawasan. Karenanya, kami berharap peran aktif masyarakat diwilayah perbatasan untuk mendeteksi lalu lintas jaringan narkotika tersebut,” ujar Daulay.

Menurut Daulay, Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu jalur atau daerah yang strategis dalam melancarkan aksi penyeludupan narkotika oleh sindikat internasional. Sebab, permintaan konsumsi narkoba cukup tinggi, populasi pengguna dengan usia muda sangat besar serta jenis tertentu seperti metham petamine diproduksi langsung di Indonesia.

“Jalur masuknya bisa melalui perbatasan, pelabuhan, bandara dan jalur-jalur tikus didaerah terpencil,” papar Daulay.

Karenanya, sambung Daulay melalui raker tersebut pihaknya berharap adanya kesamaan persepsi dan menciptakan sinergitas antara jajarannya dengan seluruh element masyarakat dalam upaya mewujudkan program P4GN pada daerah-daerah rawan narkotika di Kabupaten Mempawah.

“Melalui raker ini pula akan mendapatkan gambaran dan informasi yang lebih akurat mengenai individu, komunitas hingga wilayah penyalahgunaan narkoba. Serta dapat memberikan data dan informasi terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah ini,” sebutnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Mempawah, Suparjo, SH mengungkapkan pihaknya menetapkan tujuh kecamatan diwilayah Kabupaten Mempawah yang rawan penyalahgunaan narkoba. Yakni Kecamatan Sungai Pinyuh, Anjongan, Mempawah, Siantan, Segedong, Toho dan Kecamatan Sungai Kunyit.

“Dari tujuh kecamatan itu terdapat 23 wilayah desa yang  rawan peredaran narkoba. Seperti Desa Galang, Pasar Sungai Pinyuh, Pasar Anjongan, Kota Mempawah, Jungkat, Pasar Segedong, Simpang Toho, Semudun dan lainnya,” beber Kasat.

“Sejak tahun 2013-2015 angka kasus narkotika yang berhasil diungkap jajaran Satuan Narkoba Polres Mempawah terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 sebanyak 14 kasus, tahun 2014 mengungkap 18 kasus serta tahun 2015 sebanyak 19 kasus narkotika,” tutupnya.(wah)

 

Berita Terkait