Li Shaorong Dideportasi

Li Shaorong Dideportasi

  Jumat, 5 Agustus 2016 09:30
BARANG BUKTI: PLH Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau Husnan Handono menunjukan barang bukti yang dibawa WNA asal RRC yang ditangkap di Putussibau pekan lalu. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Setelah ditangkap petugas Imigrasi akhir pekan lalu, akhirnya Warga Negara Asing (WNA) berkewargaan Republik Rakyat Cina (RRC) Li Shaorong di deportasikan ke negara asalnya. Dijadwalkan, Rabu (3/8) sampai di Pontianak, kemudian melapor ke devisi Kanwil Hukum dan Ham. Kemudian dibawa ke rumah detensi imigrasi (Rudenim) untuk diproses pemulangan ke kampungnya.

 
Li Shaorong dipulangkan ke kampung halamannya di RRC lantaran menyalahgunakan visa kunjungan untuk berkerja dan itu dibenarkan PLH Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau Husnan Handono mengatakan, yang bersangkutan dinyatakan melanggar pasal 75 undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, sehingga WNA  itu dapat dilakukan tindakan administrative keimigrasian.

Tindakan administratif yang dimaksud, kata Husnan, adalah berupa pendeportasian, dikarenakan Li Shaorong tidak mentaati dan menghormati peraturan perungdang-undangan yang berlaku di negara ini. "Rabu (3/8) Li Shaorong sampai di Pontianak, kemudian dia melapor ke Kenwil Hukum dan Ham, habis itu dibawa ke rumah detensi imigrasi (Rudenim), kemudian diproses pemulangan,” terangnya.

Ditambahkannya, Li Shaorong diberangkatkan ke Pontianak bersama barang-barang yang dibawa dan dijualnya berupa pakaian sebanyak 4 karung dan 41 helai. Barang-barang tersebut akan diproses di Rudenim. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Li Shaorong tidak ditemukan tindakan yang bersangkutan mengarah pada ranah pidana, Li Shaorong hanya berjualan pakaian saja di Putussibau.

Husnan mengaku pihaknya akan meningkatkan pengawasan orang asing, tentu dengan bekerjasama kapada berbagai pihak. “Kami tidak pernah lalai dalam mengawasi keberadaan WNA di Putussibau, bahkan kami mengadakan patroli setiap seminggu sekali untuk mengawasi keberadaan orang asing,” paparnya.Li Shaorong diamankan oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau di penginapan Pajar.

Dia kembali menjelaskan kronologis penangkapan WNA asal RRC tersebut,  berawal dari laporan masyarakat yang melihat adanya orang asing yang mencurigakan, kemudian pihaknnya menelusuri dan ternyata memang benar yang bersangkutan memang orang asing. "Waktu dia ngomong di warung, dia memang tak pasih berbahasa Indonesia, kemudian kami minta dokumennya,” papar dia.

Husnan meminta seluruh pihak bila melihat keberadaan orang asing yang mencurigakan hendaknya melaporkan kepada petugas imigrasi. "Kami tidak bisa bekerja sendiri, kami butuh informasi yang diberikan oleh semua pihak," katanya. Dengan demikian pengawasan terhadap orang asing tentu bisa lebih maksimal.Karenanya dukungan masyarakat dan dari pihak lainnya sangat diharapkan.(aan)

Berita Terkait