Lewati Garis Kuning, Tunggu Saatnya Ditilang

Lewati Garis Kuning, Tunggu Saatnya Ditilang

  Minggu, 24 April 2016 10:42
YELLOW BOX: Pengendara melintas di persimpangan lampu merah Jalan Tanjungpura – Jalan Pahlawan yang memiliki garis kuning berbentuk persegi (yellow box junction), Sabtu (23/4). HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Meski sudah terdapat di beberapa titik, masyarakat Kota Pontianak masih banyak yang belum mengerti apa itu yellow box junction (YBJ). Tidak sedikit dari pengguna jalan tak tak sama sekali fungsi YBJ, bahkan masih ada yang belum tahu apa nama dari garis tersebut.

PAHLEVI YURIMAIHASTIAN, Pontianak

AKBAR (21) misalnya, saat  ditanya perihal YBJ, pria yang setiap hari mengendarai sepeda motor sebagai alat transportasinya ini mengaku belum mengerti apa fungsi dari kotak kuning tersebut. "Saya cuma tahu namanya yellow box junction, tapi untuk fungsinya saya masih belum tahu," aku dia. 

Gusti (36), warga lainnya yang setiap hari melewati persimpangan Jalan Ahmad Yani atau persimpangan Kantor Pajak, dari kediamannya di daerah Kota Baru, juga mengaku tidak mengetahui fungsi YJB. Bahkan dia belum mengenal nama garis kuning tersebut. "Wah, saya tidak tahu fungsinya? Namanya saja saya baru tahu sekarang," ungkap dia.

Gusti dan Akbar menanyakan apa sesungguhnya fungsi dan tujuan dari dibuatnya garis kotak berwarna kuning tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Kompol Wahyu Jati Wibowo, menjelaskan fungsi dari kotak kuning yang tedapat di beberapa persimpangan Kota Pontianak. Dikatakan dia bahwa fungsi garis-garis tersebut adalah mencegah terjadinya kemacetan di persimpangan. Seperti yang lazim diketahui, tak dipungkiri dia bagaimana kerap terjadi saat di satu sisi jalan traffic light sudah berwarna hijau, tetapi di sisi jalan sebelumnya kendaraan masih berada di tengah persimpangan tersebut. "Nah YBJ inilah isyarat bagi pengendara untuk tidak melewati garis kuning, sebelum pengendara dari sisi jalan sebelumnya belum melewati persimpangan tersebut, agar tidak terjadi kemacetan," jelas Wahyu, Sabtu (23/4).

Lanjut dia, pada prinsipnya kotak kuning ini sebagai marka jalan yang mengatur lalu lintas di persimpangan. Harapannya agar tidak terjadi kemacetan yang disebabkan oleh kepadatan kendaraan yang tinggi. Wahyu berjanji, ke depan akan menggandeng Dinas Perhubungan Kota Pontianak, untuk menyosialisasikan YBJ ini kepada masyarakat. Karena untuk saat ini, pihaknya baru melakukan sosialisasi kepada masyarakat pada saat anggota Satlantas mengatur arus lalu lintas. "Apabila masyarakat sudah tahu, mengerti dan mematuhi peraturan YBJ ini, maka kemacetan lalu lintas akan dapat berkurang," gugahnya.

Wahyu menambahkan bahwa untuk saat ini pelanggar peraturan YBJ belum dikenakan tindakan langsung atau tilang. Disadari dia, belum optimalnya sosialisasi mengenai YBJ kepada masyarakat. "Jika sosialisasi sudah optimal, tilang akan kami lakukan bagi pelanggar. Demi kenyamanan kita bersama dalam berlalu lintas," pungkas Wahyu.

Yellow box junction ternyata sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan  Republik Indonesia No 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan. Di sana disebutkan mengenai larangan parkir atau berhenti di jalan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 39 huruf b dinyatakan dengan garis berbiku-biku berwarna kuning.

Utin Sri Lena Candramidi, kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pontianak, menjelaskan tentang Peraturan Menteri Perhubungan mengenai YBJ ini. Melalui pasal 37 ayat (1) peraturan dimaksud, dijelaskan dia bahwa YBJ adalah marka jalan berbentuk segi empat, dengan dua garis diagonal berpotongan berwarna kuning, berfungsi untuk melarang kendaraan berhenti di suatu area. “Jadi saat lampu traffic berganti hijau, pengendara yang belum masuk ke YBJ harus berhenti dan menunggu hingga antrean di sisi lainnya selesai,” papar Utin. 

Bagi pengendara yang melanggar, diingatkan dia, akan dikenakan pasal 287 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan denda maksimum Rp500 ribu. (*)

Berita Terkait