Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing

Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing

  Jumat, 15 December 2017 08:49   239

Oleh:  Utin Isnanda Besari 

Saat ini istilah asing banyak terdengar, seperti “Kids Zaman Now” dan “On The Way (OTW)”. Kalangan muda banyak yang menggunakan istilah tersebut karena terasa lebih keren ataupun gaul. Padahal, tak semua berbau keren ataupun gaul itu baik.

Tanggal 28 Oktober 1928 adalah tanggal bersejarah. Para pemuda mengikrarkan sumpahnya yang disebut sebagai Sumpah Pemuda. Salah satu isinya, “Kami putra putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan Bahasa Indonesia.” Ini menunjukkan betapa tinggi semangat pemuda zaman kolonialis dulu untuk memperluas bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. 

Namun saat ini kebanyakan anak-anak dan remaja, bahkan orang dewasa yang tidak menyadari pentingnya Bahasa Indonesia. Mereka menggunakan istilah-istilah asing untuk berkomunikasi dengan temannya atau rekan kerjanya. Seperti kalimat yang digunakan adalah Kids Zaman Now dan OTW.

Kids Zaman Now biasa diartikan sebagai anak-anak zaman sekarang. Dilihat dari susunan kata tersebut terdapat dua bahasa yang digunakan, yaitu Bahasa Indonesia dan bahasa asing yaitu Bahasa Inggris. Istilah Kids Zaman Now biasanya diartikan kepada sikap dan perilaku anak-anak zaman sekarang yang tidak baik. 

OTW adalah singkatan dari On The Way disini kita artikan sebagai dalam perjalanan. Singkatan ini sering digunakan saat berpergian. Namun, kebanyakan anak-anak zaman sekarang menggunakan istilah yang tidak sesuai dengan artinya. Mereka mengatakan OTW padahal mereka sendiri masih berada di rumah atau sedang tidak dalam perjalanan. Terkadang mereka juga  menggunakan istilah-istilah tersebut kepada orang yang jauh lebih tua yang tidak tahu akan arti dari OTWitu sendiri sehingga tak jarang terjadi kesalahpahaman. 

Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran akan Bahasa Indonesia kepada generasi muda bangsa. Perlu menanamkan rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia. Sebab, jika sudah mencintai, dengan sendirinya akan menggunakan Bahasa Indonesia kepada orang banyak dan akan menyebar kepada orang lain.

Selain Bahasa Indonesia, juga harus melestarikan bahasa daerah. Keberagaman bahasa yang ada di Indonesia itu akan menjadi daya tarik tersendiri di kancah internasional. Namun, tak menampik bahwa bahasa asing juga harus dikuasai. Apalagi globalisasi semakin pesat dan perlunya meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Ketiga bahasa ini saling berkaitan. Ayo, generasi muda Indonesia! Gunakan bahasa indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.