Lereng Bukit Bunut Longsor . Satu Rumah Rusak

Lereng Bukit Bunut Longsor . Satu Rumah Rusak

  Selasa, 23 February 2016 10:26
LONGSOR: Hujan deras yang mengguyur Kota Sanggau pada Minggu malam mengakibatkan longsor dilereng bukit bunut. Sempat terjadi macet total didaerah SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Tanah longsor, Minggu (21/2) malam menghantam Kota Sanggau. Peristiwa itu terjadi tepat di daerah Kelurahan Bunut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Satu rumah yang tidak jauh dari lokasi longsor mengalami rusak pada bagian atapnya. Arus lalu lintas putus, karena pohon besar tumbang dan menutup badan jalan.

Koordinator Manggala Agni, Ramli mengatakan tanah longsor itu terjadi pada minggu malam sekira pukul 22.00. Kejadian itu turut dipengaruhi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Sanggau dan sekitarnya. “Intensitas hujan tadi malam kan tinggi. Jadi mungkin tidak struktur tanah di bukit ini labil jadi longsor,” katanya ditemui Senin (23/2) pagi.Sedari malam hingga pagi, pihaknya melakukan gotong royong membersihkan jalan yang tertutup longsor. Arus lalu lintas sejak malam hingga pagi masih tersendat. Evakuasi material longsor baru dapat diselesaikan pada Senin kemarin sekira pukul 09.00.

Pagi kemarin, petugas gabungan dari BPBD, Manggala Agni, Dinas Kebersihan, Tentara dan Kepolisian setempat berjibaku menyelesaikan material longsor yang menutup badan jalan. Satu alat berat diturunkan untuk mengangkut material tersebut. Polisi sendiri melakukan buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan panjang.Ramli menambahkan, kendala hujan yang turun deras sedikit menghalangi proses evakuasi longsor tersebut. Kondisi itu diperparah karena pohon besar dilereng bukit juga ikut tumbang. Petugas gabungan akhirnya mengambil langkah untuk memotong sejumlah pohon besar dan tua yang ada dilereng bukit tersebut.

Lurah Bunut, Yakob Horhoruw memastikan korban jiwa dalam musibah longsor tersebut. Pihaknya masih khawatir dengan beberapa bangunan yang berada diatas didekat lokasi longsor. “Itu bangunannya hanya beberapa sentimeter dengan tanah. Takutnya kalau hujan lagi mala mini, lalu ikut longsor,” kata dia.Musibah longsor tersebut menjadi yang pertama ditahun 2016 diwilayah kerjanya. Longsor, kata dia, memang menjadi ancaman bagi warga bunut yang rumahnya berada dilereng bukit. Karenanya dia meminta warga untuk waspada saat hujan turun lagi. “Kalau hujan turun deras sekali sebaiknya coba mengungsi dulu. Takut juga saya, apalagi rumah yang pas diatas tu,” ujar dia sembari menunjuk rumah diatas tanah lereng bukti yang longsor.

Selain itu, dia juga menghimbau warga yang bermukim disepanjang aliran sungai. Beberapa tahun lalu sudah ada korban, rumah dan tanah longsor didaerah aliran sungai terbawa arus deras. “Ini yang disepanjang aliran sungai juga harus hari-hati. Saya lihat bangunannya juga sudah banyak miring. Hujan begini air pasti deras, khawatir kita musibah yang lalu-lalu terulang lagi,” ujarnya ditemui dilokasi longsor. (sgg)

 

Berita Terkait