Leo Gabriel: Birokrasi Harus Gerak Cepat

Leo Gabriel: Birokrasi Harus Gerak Cepat

  Rabu, 6 April 2016 09:41
Martin Rantan dan Suprapto

Berita Terkait

KETAPANG – Visi-misi dan apa yang akan dikerjakan oleh Bupati Martin Rantan SH dan Wakil Bupati (Wabup) Drs Suprapto Sutrisno selama 5 tahun ke depan sebagai pemimpin di Kabupaten Ketapang, perlu dipahami masyarakat Kabupaten Ketapang. Visi-misi dengan Tim Padu Serasi saling keterkaitan.

Tugas Tim Padu Serasi adalah memberikan masukan yang konstruktif dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Tujuannya supaya visi-misi Bupati dan Wakil Bupati dan janji-janji kampanye Beliau berdua benar-benar terimplementasi dalam RPJMD 2016-2020 Kabupaten Ketapang,” tegas Leo Gabriel, anggota Tim Padu Serasi.

Ia menjelaskan, setelah RPJMD selesai dibahas dan ditetapkan, menurut undang-undang paling lambat 6 bulan setelah Bupati dan Wakil Bupati dilantik, maka Tim Padu Serasi akan dibubarkan. Karena, pada saat itu, ditegaskan dia, tugas mereka sudah selesai. Keanggotaan tim ini sendiri berasal dari multietnis yakni Dayak, Melayu, Jawa, Sunda, Madura, Tionghoa, Flores, dan Batak. Mereka datang dengan latar belakang berbagai agama, berbagai pendidikan sarjana, serta berbagai profesi pekerjaan. Mereka juga bekerja secara sukarela, tidak digaji, baik dari APBD maupun oleh Bupati dan Wabup secara pribadi.

Ia menerangkan visi Martin Rantan dan Suprapto Sutrisno sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ketapang periode 2016-2021 adalah: Kabupaten Ketapang yang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera. Visi ini dijabarkan dalam 6 misi, dan setiap misi diperinci lagi dengan sejumlah Program Aksi untuk merealisasikannya. Misi pertama, disebutkan dia, adalah melaksanakan kepemerintahan yang  baik.

Menurut Leo, tata kelola kepemerintahan harus selalu di reformasi dari waktu ke waktu. Apa yang dirasa sudah baik di masa lalu, menurut dia, belum tentu cocok dengan situasi sekarang. “Kalau kita tidak mau berubah, bergerak cepat mengikuti zaman, maka kita akan tertinggal, sebagai ilustrasi 50 tahun yang lalu negara kita lebih maju dari negara China, baik dari sisi pendapatan perkapita maupun pemanfaatan teknologi. Kehidupan rakyat China waktu itu sangat menderita,” ujarnya.

Lalu kenapa sekarang Tiongkok bisa begitu maju dan kekuatan ekonominya begitu hebat?  Leo menyebutkan saat ini kita di Ketapang sudah mulai merasakan ekspansi ekonomi negara tirai bambu tersebut ke kawasan industri di Sungai Tengar,  Pagar Mentimun, dan Suka Maju. Mengapa bukan sebaliknya kita yang melakukan ekspansi ekonomi ke Tiongkok? “Mengapa setelah 50 tahun, kita yang semula lebih maju menjadi jauh tertinggal dari mereka? Kalau kita mau jujur, itu semua karena ulah perbuatan kita sendiri,” ujarnya.

Sebagai bangsa dan negara, diakui dia, kurang cepat mereformasi diri, tidak memacu pembangunan secara maksimal, tidak mau meninggalkan cara-cara lama, merasa sudah hebat, para pejabat dari pusat sampai ke daerah masing-masing sibuk memperkaya diri, KKN, dan lain sebagainya. Leo khawatir apakah mereka akan terus menerus menjadi bangsa yang terbelakang dan tidak mendapat penghormatan yang layak di mata bangsa lain? “Tentu kita tidak mau!”

Untuk mengubah keadaan, supaya tidak terus menerus tertinggal dan semakin tertinggal, Presiden Joko Widodo, menurut dia, sudah memberi contoh bekerja dan bekerja, serta bekerja sangat keras. Khusus di Ketapang, dilanjutkan Leo bahwa hal yang paling utama menjadi perhatian Bupati dan Wabup adalah bagaimana mereformasi birokrasi Pemda Ketapang agar mampu berlari, bergerak cepat, tidak lagi lamban, malas, dan berpuas diri. “Ada 10 Program Aksi guna menunjang Misi  pertama,” ujarnya. (ser)

Berita Terkait