Leicester vs Chelsea , Meredam Aroma Dendam

Leicester vs Chelsea , Meredam Aroma Dendam

  Senin, 14 December 2015 08:25

Berita Terkait

LEICESTER - Claudio Ranieri punya momen yang tepat untuk menyambut Chelsea di King Power, dini hari nanti. Leicester City yang ditukanginya berada di top performance. Itulah senjatanya untuk membalaskan dendam kepada Chelsea dan Jose Mourinho yang mendepaknya 11 tahun silam.

 Bisakah Ranieri melakukannya? Fakta, sekalipun kerap kalah mengejutkan, The Blues tidak mudah dikalahkan saat melawan top five. Dari tiga klub top five yang sudah dihadapinya, baru sekali kekalahan didapat. Chelsea hanya kalah dari Manchester City 0-3 (16/8).

 Sisanya Chelsea menang 2-0 atas Arsenal (19/9) dan menahan Tottenham Hotspur  tanpa gol di White Hart Lane (29/11). Fakta lainnya, Ranieri pernah gagal membalaskan dendam kepada Chelsea saat memegang kendali di Juventus musim 2008-2009. Statistik yang sama juga terjadi dengan head to head pribadinya.
    Di Serie A, keduanya sudah delapan kali bersua. Mou di Inter Milan musim 2008-2010, lalu Ranieri bersama Juventus (2007-2009) dan AS Roma (2009-2011). Rekornya, Mou empat kali menang, dua imbang dan dua kalah. “Saya tetap menaruh respek kepada Ranieri,” ujar Mou, dikutip dari ESPN.
    Tidak seperti diberitakan media-media Inggris, Mou meredam isu hubungan yang tidak harmonisnya dengan Ranieri. Bahkan, dia menyebut peran Ranieri-lah yang mampu mengubah Chelsea menjadi tim juara seperti saat ini. Pembelian Frank Lampard, Claude Makelele dan Eidur Gudjohnsen menjadi pondasi Chelsea.
    Hanya, Mou menyebut tidak perlu mengasihani Ranieri setelah didepak dari kursi pelatih oleh Roman Abramovich. “Kalau dia saat itu dipecat saat musim masih berjalan, di situ saya tepat untuk mengasihani Ranieri,” tutur Mou. “Sederhana saja, ini soal perubahan manajer, dan perubahan arah prestasi tentunya,” lanjutnya.
    Bukan mulut besar saja yang dibutuhkan Mou untuk meredam agenda pembalasan dendam Ranieri. Dia perlu memikirkan bagaimana solusi untuk membendung agresivitas serangan balik cepat The Foxes -julukan Leicester. Bukan hanya pada Jamie Vardy, pun demikian lini penopangnya seperti seperti Riyad Mahrez.
    Sepanjang karir Vardy, gawang Chelsea termasuk yang belum pernah dibobolnya. Mou mengingatkan defense-nya, mulai dari double pivot Cesc Fabregas dan Nemanja Matic, hingga kuartet bek Branislav Ivanovic, Kurt Zouma, John Terry, dan Cesar Azpilicueta.
    Ivanovic dan Zouma khususnya. Karena Vardy beroperasi di sisi kanan defense Chelsea. “Dengan kecepatannya, dia akan sukses di sisi mana pun,” sebut Mou. “Kami akan membunuhnya (Vardy). Dengan mematikan Vardy, maka itu akan menumbuhkan konfidensi kami,” koar Ivanovic terpisah.
    Dilansir Goal, Ranieri membuang jauh label balas dendam pada pertemuan ketiganya dengan Chelsea sejak 2004 silam itu. Menurutnya, Chelsea tetaplah klub yang bermental juara bertahan sekalipun sekarang terseok-seok di klasemen sementara Premier League.

    “Chelsea ya Chelsea, Mourinho ya Mourinho. Saya masih yakin Chelsea musim ini akan mengakhiri kompetisi di papan atas,” sebutnya. Chelsea disebut Ranieri tengah bangkit. “Saya sudah melihat saat melawan Porto, pergerakan bolanya sangat cepat. Itu yang harus kami waspadai,” tegasnya. (ren)

Perkiraan Susunan Pemain

 

Leicester (4-4-2): 1-Schmeichel (pg); 17-Simpson, 5-Morgan, 6-Huth, 28-Fuchs; 26-Mahrez, 4-Drinkwater, 14-Kante, 11-Albrighton; 23-Ulloa, 9-Vardy

Pelatih: Claudio Ranieri

 

Chelsea (4-2-3-1): 13-Courtois (pg); 2-Ivanovic, 5-Zouma, 26-Terry, 28-Azpilicueta; 4-Fabregas, 21-Matic; 22-Willian, 8-Oscar, 10-Hazard; 19-Costa

Pelatih: Jose Mourinho

 

Wasit    : Mark Clattenburg
Stadion: King Power, Leicester

 

Berita Terkait