Legenda Tempat Berkumpulnya Arwah Leluhur

Legenda Tempat Berkumpulnya Arwah Leluhur

  Senin, 10 Oktober 2016 08:28

Berita Terkait

PARA pelancong negeri Jiran itu masu melalui PPLB Badau. Biasanya, masa kunjungan satu sampai dua pekan. Dan umumnya wisatawan yang datang itu berlatar belakang dari suku Dayal Iban.

Pesona bukit tilung tidak kalah menarik dengan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Banyak cerita mistis dan lagenda yang perlu di dalami di bukit Tilung. Misalnya, setiap orang meninggal, arwahnya akan kembali kebukit tilung. Selain itu juga ada perkampungan gaib. Cerita-cerita ini banyak menyedot perhatian wisatawan, dalam dan luar negeri.

“Banyak cerita-cerita legenda di bukit itu, bukit tilung melenggenda dikalangan nenek moyang kita,” kata Antonius, Kadis Kebudayaan dan pariwisata (Disbutpar) Kapuas Hulu. Jadi, kata dia tidak heran banyak wisatawan dari negara Malaysia berkunjungan kesana.

“Bukit Tilung memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Iban di Malaysia. Itu terkait kepercayaan dari leluhur kesukuan,” jelasnya.

Diterangkan Antonius, bukit Tilung dipercaya menjadi tempat arwah-arwah leluhurnya orang Dayak Iban. Apabila ada yang meninggal, mereka akan kembali kesana. Hal ini yang menjadi daya pikat bukit tersebut. Sejarah itu, kata dia, sudah dipercaya secara turun temerun dalam kesukuan Iban di negeri Jiran. Bahkan beberapa tahun terakhir banyak warga Malaysia yang mengunjungi bukit Tilung.

“Bukit Tilung saya prediksikan bisa jadi objek wisata yang baik, tinggal dikembangkan lagi,”papar dia. Anton mengaku dirinya sudah mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar bukit Tilung, untuk mulai menata kawasan dan membuat jalur-jalur traking wisatawan. Kemudian, masyarakat setempat juga dihimbau agarterlebih dahulu menyelesaikan batas-batas wilayah sekitar bukit Tilung.

Menurut Antonius, penyelesaian batas-batas wilayah sangat penting, agar tidak ada protes-protes lagi apabila Pemda Kapuas Hulu mengembangkan bukit Tilung untuk jadi objek wisata unggulan. Walapun, kata dia lagi, pengembangan objek wisata tak terlepas dari peran masyarakat. Masyarakat perlu memberikan kenyamanan,keamanan dan keramahan kepada wisatawan yang datang bukit itu.

Dikatakanya lagi, jika wisatawan merasa aman dan nyaman karena warga setempat ramah-ramah, keumungkinan wisatawan tersebut akan betah dan akan terus berkunjung ke bukit tilung. Tidak menutup kemunkinan wisatawan semakin bertambah banyak. “Jika wisatawan banyak datang tentu masyarakat juga akan mendapat keuntungan ekonomis dari wisata bukit itu,” ungkap Antonius. (*)

Berita Terkait