Ledakan Malam Lebaran, 4 Korban Luka Dilarikan ke RS

Ledakan Malam Lebaran, 4 Korban Luka Dilarikan ke RS

  Senin, 12 September 2016 12:44
Pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api yang terjadi akibat ledakan tabung gas elpiji di Jalan Harimau, Makassar, Sulsel, Minggu (11/9/2016) malam. FOTO JUMAIN SULAIMAN/FAJAR

MAKASSAR - Masyarakat Kota Makassar dikejutkan dengan ledakan keras yang terjadi di salah satu rumah toko (ruko) di Jalan Harimau, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar.

Kejadian yang berlangsung pada Minggu malam (11/9) sekira pukul 21.15 wita itu mengakibatkan empat penghuni ruko tersebut mengalami luka parah.

Dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group), para korban itu langsung dilarikan ke RS Bhayangkara dan RS Labuang Baji. Adapun keempat yang mengalami luka tersebut, Yusuf (22), Poli (22), Markus (22) dan Trisno (17).

Selain mengakibatkan korban luka, ledakan yang terjadi di Ibukota Sulawesi Selatan (Sulsel) itu membuat sebuah bangunan ruko jadi hancur. Satu ruko dan rumah lainnya ikut mengalami kerusakan. Tidak ketinggalan pula tiga mobil yang ikut ringsek.

H Yusuf, salah seorang warga di sekitar kejadian menjelaskan, dirinya mendengar suara ledakan sangat keras. Di saat bersamaan plafon rumahnya juga berjatuhan. Tak berselang lama, warga pun keluar dari rumah.

Menurutnya, pengontrak ruko diketahui bernama Sandi.

Ketua RW 5, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar menambahkan,  Sandi sendiri baru mengontrak ruko tersebut kurang lebih enam bulan belakangan ini.

Hanya saja, beber dia, yang bersangkutan tidak pernah melapor ke pihak RT maupun RW, termasuk aktivitas yang dilakukannya.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan menjelaskan, dugaan sementara asal ledakan keras itu berasal dari tabung gas elpiji. "Ini bukan Bom, tetapi ledakan gas," jelasnya ditemui di lokasi kejadian.

Pihaknya, kata dia, akan menyelidiki kasus ledakan tersebut, termasuk penyebab ledakannya. "Akan menyelidiki apakah tabung gas yang meledak itu adalah oplosan atau bukan. Karena biasanya yang meledak itu ada tabung gas oplosan," tegasnya. (eds/ama/iil/JPG)