Lebih Ganas, Lebih Waswas

Lebih Ganas, Lebih Waswas

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

PORTO – AS Roma berpeluang lolos ke fase grup Liga Champions. Dini hari kemarin WIB (18/8), Il Lupi – julukan Roma – menahan FC Porto 1-1 (0-1) di Estadio do Dragao, dalam leg pertama playoff Liga Champions 2016-2017. Kalau ingin lolos, Roma harus bermain lebih ganas lagi dalam leg kedua yang berlangsung di Olimpico pada 24 Agustus mendatang WIB. 

Berkaca dari pengalaman kemarin, ganasnya serangan Daniele De Rossi dkk selama pramusim lalu gagal ditunjukkan. Buktinya, tidak satu pun gol tercipta dari pemain Roma. Satu gol Roma terjadi karena kesalahan bek tuan rumah Felipe mengantisipasi bola corner kick menit ke-21. Sementara satu gol Porto tercipta dari tendangan penalti Andre Silva menit ke-61. 

Di atas kertas, Roma hanya perlu memenangi leg kedua dengan satu bola untuk membuka jalan ke fase grup Liga Champions. Dengan performa seperti kemarin bisakah itu terjadi? ''Hari ini (kemarin,  Red) baru awalan. Kami akan melihat ke depan. Kami akan menangi leg kedua, dan semoga saya juga mampu mencetak gol,'' kata striker Roma Edin Dzeko kepada Mediaset Premium. 

Ya, Dzeko jadi sosok yang paling disorot. Pasalnya sebelum laga dia sudah dipercaya tactician Roma Luciano Spalletti untuk mengisi posisi nomor sembilan. Spalletti berdasar dari performa Dzeko di pramusim yang mencetak tujuh dari 21 gol Roma. Bermain 90 menit, tidak satu pun tembakan yang dilakukan mantan bomber Manchester City  itu. 

Termasuk satu peluang terbaiknya setelah memanfaatkan blunder Iker Casillas. Sayang, masih ada Alex Telles di depan gawang Porto. ''Saya sudah mencobanya (mencetak gol). Saya hanya kurang beruntung karena ada Telles di bawah mistar. Ini ketidak beruntungan saya. Saya rasa, segalanya (saat leg kedua) akan baik-baik saja,'' klaim top scorer Bundesliga musim 2009-2010 itu. 

Performa Dzeko sudah mewakili rekan-rekannya di Roma secara keseluruhan. Statistik UEFA menyebut, Roma kalah hampir 60 persen dalam menginventarisir peluang ketimbang Porto. Roma 12 kali tembakan, sedangkan Dragoes – julukan Porto – dominan dengan 31 tembakan. Untung, peluang Porto terbuang 78 persennya. 

Dilansir Football Italia, Spalletti tidak menganggap statistik itu murni karena taktikal semata. Sebaliknya, allenatore berkepala plontos itu menyebut ada aspek lain yang mempengaruhinya. ''Pasca mendapat kartu merah, kami jadi di bawah tekanan sepanjang laga. Permainan pun tidak seperti yang kami inginkan,'' keluh Spalletti. 

Roma sudah bermain 10 pemain sejak menit ke-41. Thomas Vermaelen diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Bjorn Kuipers setelah melanggar Silva. Kartu merah itu menjadi kartu merah pertama bagi Vermaelen yang baru didatangkan dengan status pemain pinjaman dari Barcelona musim panas ini. 

Itu juga menjadi titik balik permainan Roma yang setengah jam pertama dominan atas Hector Herrera dkk. Spalletti menyayangkan pemain sekelas Vermaelen sampai harus terbawa tensi tinggi di lini serangan Porto. Menurutnya, sekalipun kans besar ada di tangan skuadnya tetapi tidak mustahil di leg kedua nanti tensi tinggi bisa dihadirkan skuad besutan Nuno Espirito Santo. 

Setidaknya, dari hasil leg pertama ini dia sudah tahu gambaran defense Porto. ''Pertahanan tim itu kerap menumpuk pemain di dekat kotak penaltinya. Sehingga, untuk menghadapi tim yang dengan karakter bertahan seperti itu perlu bermain dengan passing-passing vertikal,'' imbuhnya. Untuk di leg kedua nanti, Spalletti bisa memilih antara Konstantinos Manolas atas Federico Fazio sebagai pengisi posisi Vermaelen. 

Roma masih harus tetap waspada meski satu bola cukup meloloskannya. Karena, jika ditarik ke belakang Roma bukan tim yang mampu memanfaatkan gol tandang di leg pertama. Di 16 Besar Europa League 2014-2015, Roma dihajar Fiorentina di Olimpico 0-3 setelah bermain 1-1 di kandang lawan. Di babak 32 Besar Europa League 2009-2010, Roma juga tidak mampu memanfaatkan dua gol tandang di balik kekalahan 2-3 atas tuan rumah Panathinaikos. 

Di leg kedua di Roma mereka malah dipermalukan Panathinaikos dengan skor yang sama (2-3). ''Kami tidak perlu merasa puas dulu. Yang harus kami lakukan hanya membuktikannya kembali saat leg kedua. Saya optimistis untuk itu, karena saya bangga dengan skuad saya,'' tegas pelatih yang di musim lalu dipecat Valencia di tengah jalan itu kepada O Jogo. (ren)

Berita Terkait