Lebih Dekat Ibu Malika Awang Ishak; Luangkan Waktu untuk Kegiatan Sosial

Lebih Dekat Ibu Malika Awang Ishak; Luangkan Waktu untuk Kegiatan Sosial

  Selasa, 2 February 2016 13:47

Berita Terkait

Aktif di kegiatan sosial telah ditekuninya sejak berusia 19 tahun. Tak jarang, kritikan dilontarkan kepadanya. Namun disadari, apa yang dilakukan demi kebaikan. Sehingga aktivitas tersebut dijalani dengan enjoy. Termasuk bekerja sama dengan penggiat sosial lainnya serta pemerintah.

YA, itulah Ibu Malika Awang Ishak. Sosok ibu ini memang jarang muncul di media. Beragam kegiatan sosial dilakukannya. Mulai di Panti Werdha Sinar Abadi Kota Singkawang, Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Dwi Tungggal, maupun Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Singkawang.
Berawal sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Malika mulai menekuni kegiatan sosial. Jika ada masyarakat yang mengalami musibah atau kesusahan, didatangi. Termasuk jika mendapati laporan orang mengenai adanya orang terlantar, selalu disikapinya dengan sebaik-baiknya.
Niatnya hanya satu, bagaimana bisa membantu orang lain. Meski harus mengorbankan waktu, harta hingga kegiatan lainnya. "Awalnya juga tidak tahan kerja seperti ini. Tapi terus lakukan dengan ikhlas. Karena ini bukan untuk kita pribadi, namun menyangkut orang lain. Alasan itulah yang mendasari kita tekuni sampai sekarang," kata Malika.
Dirinya juga berharap, dengan terjun sepenuh hati dibidang sosial. Bisa menyebarkan "benih-benih sosial", agar semua orang memiliki kepedulian kepada orang lainnya.
Disaat usianya 19 tahun, Malika telah terbiasa menangani lansia di Panti yang telah berdiri sejak 1980 yang dipelopori Juliaman yang saat itu hanya mampu menampung sekitar 40 lansia saja. Sekarang, panti tersebut bisa menampung sekitar 100 lansia dengan kamar standar yang bisa ditempati empat orang, dilengkapi kamar mandi.

Lansia yang berada di panti ini juga ada dari Jakarta, Jawa, Bengkayang, Pemangkat, Sambas. "Kita tidak membedakan dari mana lansia tersebut, baik dari suku agama ataupun daerah asal. Kita sifatnya nasional, jadi siapapun yang memenuhi kriteria, diantaranya terlantar, sehat jasmani rohani, akan diterima," katanya.
Tapi dirinya membuat aturan tegas, jika masih ada keluarga yang mampu tapi akan menitipkan orang tuanya yang lansia ke Panti, akan ditolaknya. Hal ini bukan semata penolakan. Namun lebih bagaimana seorang anak yang masih mampu membiayai hidup orang tuanya, merawatnya sendiri layaknya ketika bayi dirawat orang tuanya.
"Kami ingin memberikan pembelajaran, bagaimana sesibuk kita, tidak melupakan orang tua sendiri. Kalau masih mampu, ya harus di rawat sendiri, itu sebagai bentuk membalas kasih sayang orang tua kepada anaknya selama ini," katanya.(fah)

 

 

 

Dipercaya Pimpin BPKS Dwi Tunggal

MALIKA Awang Ishak juga terlibat langsung di dalam Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Dwi Tunggal. Semenjak dipercaya menjadi ketua, Malika mencoba meningkatkan peran BPKS yang selama ini dikenal hanya memadamkan api. BPKS harus memiliki program kerja selama satu tahun. Diantaranya bersama dengan Pemerintah Kota Singkawang serta BPKS lainnya yang ada di kota ini.
Misalnya melakukan bersih-bersih kota secara rutin, membersihkan saluran pembuangan, membantu kegiatan keagamaan, membersihkan masjid, gereja, vihara, pekong serta lainnya termasuk mengantisipasi kebakaran lahan ketika musim kemarau tiba.
"Kita ingin, BPKS tidak hanya dikenal sebagai pemadam kebakaran saja. Tapi aktif dikegiatan sosial bersama pemerintah serta pihak terkait lainnya," katanya.
Peran serta BPKS sendiri, sebutnya, tak bisa lepas dari pemerintah, baik Pemkot Singkawang, Provinsi Kalbar maupun Pemerintah Pusat untuk selalu menggandeng BPKS dalam berbagai kegiatan. Sekaligus sebagai upaya pembinaan yang dilakukan pemerintah kepada BPKS.(fah)

 

 

 

 

Aktif  Kegiatan Donor Darah

KEGIATAN sosial lain yang ditekuni Malika adalah Donor Darah. Dirinya saat ini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Singkawang, terus menyerukan motto Setetes darah nyawa bagi sesama.
"Sebagai mitra kerja Palang Merah Indonesia (PMI). Kita siap membantu pasien yang membutuhkan darah, anggota PDDI Singkawang, siap 24 jam, untuk dihubungi jika ada pasien memerlukan darah segar,” katanya.
Bukan saja itu, dengan menggandeng unsur Polri, TNI serta Pemkot Singkawang. Secara rutin mengadakan kegiatan donor darah, sehingga diharapkannya di Singkawang tidak  ada pasien meninggal gara-gara tidak ada darah untuk ditransfusi. Kemudian jangka panjangnya, ingin menjadikan Singkawang “Lumbung” darah, yang bisa memenuhi keperluan darah pasien di daerah sekitar.
Atas kegiatan sosial yang ditekuninya, tak jarang Malika sering mendapatkan penghargaan atas ekspos penanganan di bidang sosial yang dilakukan. Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Singkawang, Pemprov Kalbar dan Pemerintah pusat serta pihak swasta, perbankan serta seluruhnya yang telah membantu dalam kegiatannya.(fah)

 

Berita Terkait