LDII Go Green Tanam Ribuan Mangrove

LDII Go Green Tanam Ribuan Mangrove

  Senin, 30 November 2015 10:37
TANAMAN MANGROVE : keluarga besar LDII Mempawah bersiap menanam mangrove di pesisir Pantai Desa Pasir Kecamatan Sungai Pinyuh

Berita Terkait

MEMPAWAH-Peduli terhadap kerusakan lingkungan pantai, keluarga besar LDII Mempawah melakukan penanaman ribuan bibit mangrove, Sabtu (28/11) pagi di Pantai Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir.

Kegiatan bertajuk LDII Go Green itu diikuti ratusan peserta dari LDII, BKMI Al-Irsyad UPB dan Mempawah Mangrove Conservation (MMC).Koordinator Program LDII Go Green, Susanto, SE, ME menerangkan mangrove replant 2015 yang dilaksanakan pihaknya sebagai bentuk kepedulian terhadap fakta kerusakan lingkungan pantai diwilayah pesisir Kabupaten Mempawah. Apalagi, dari data yang ada menunjukan tingkat kerusakan pantai berada pada di level berbahaya.

“Penanaman mangrove ini merupakan bentuk  dakwah bilhal terhadap pelestatian lingkungan hidup. Karenanya, kami memandang perlu adanya suatu gerakan dari seluruh kalangan masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan pantai dari dampak kerusakan,” terang Susanto kepada wartawan usai aksi penanaman mangrove. Sebagai lembaga dakwah, menurut Susanto, LDII merasa terpanggil untuk berpartisipasi aktif menjadi suri tauladan sekaligus menggugah kepedulian seluruh element masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir pantai.

“Kegiatan penanaman mangrove ini sebagai amalan jariyah. Karena manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, melainkan untuk kehidupan anak cucu mendatang. Makanya, dalam kegiatan penanaman ini kami melibatkan para generasi muda. Tujuannya, agar mereka kelak bias melanjutkan upaya pelestarian lingkungan tersebut,” harapnya.Lebih jauh, Susanto mengungkapkan, LDII sangat fokus dan serius terhadap gerakan penghijauan lingkungan pantai dikawasan pesisir Kabupaten Mempawah. Bahkan, pada tahun 2015 ini pihaknya telah mencanangkan agenda kegiatan penghijauan dengan menggandeng beberapa organisasi islam lainnya.

“Menjaga kelestarian lingkungan hidup itu bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah saja. Melainkan juga semua pihak termasuk lembaga-lembaga dakwah yang ada di masyarakat. Sebab, hanya dengan kepedulian kita maka mangrove bisa terselamatkan,” tegas Susanto.Terakhir, Susanto mengharapkan peran aktif masyarakat dilingkungan pesisir untuk merawat, menjaga dan melestarikan bibit-bibit mangrove yang telah ditanam. Tanpa adanya kepedulian dan kerjasama dari masyarakat, maka upaya penghijauan yang dilakukan tidak akan berjalan dengan optimal.

“Dengan menanam mangrove, kita tidak hanya mengantisipasi ancaman abrasi pantai melainkan juga menumbuhkembangkan ekosisten dan biota laut. Jika hal ini terwujud, maka secara otomatis akan meningkatkan kuantitas tangkap para nelayan setempat hingga bernilai ekonomi,” tutupnya.Sementara itu, Ketua MMC, Raja Fajar Riansyah mengungkapkan dari data yang dihimpun pihaknya menunjukan tingkat kerusakan kawasan pesisir pantai di Kabupaten Mempawah setiap tahun semakin tinggi. “Gerakan penyelamatan mangrove ini sudah kami dilakukan sejak tahun 2013 silam. Dulunya orang sempat menilai aksi ini gila, karena tidak mungkin akan terlaksana dengan baik mengingat tingkat kepedulian wargaterhadap lingkungan pantai sudah sangat minim. Namun, berkat dukungan dan kerja keras semua pihak, aksi bergerak melakukan penanaman mangrove semakin gencar dilaksanakan,” ucapnya.(wah)

 

Berita Terkait