Lawan dan Segera Laporkan Jika Ditemukan

Lawan dan Segera Laporkan Jika Ditemukan

  Rabu, 8 June 2016 10:04
LAWAN KEKERASAN: Anna Verdiana Iman Kalis, kepala BP3AKB Provinsi Kalbar memberikan pengarahan dalam kampanye anti kekerasaan terhadap perempuan dan anak, Jumat (3/6) lalu di Sekadau. ISTIMEWA

Berita Terkait

Ada dua  undang-undang sekaligus yang bisa dikenakan saat terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Tindak Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Bupati Sekadau Rupinus meminta agar masyarakat Sekadau diajak untuk bersama-sama melawan dan melaporkan segala bentuk kekerasan yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Ajakan tersebut disampaikan dia kepada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Kalbar, serta seluruh jajaran SKPD di lingkungan pemerintahan kabupaten yang dipimpinnya tersebut.

“Saya juga berharap BP3AKB Kalbar bersama seluruh SKPD di Kabupaten Sekadau dapat lebih intens mengajak masyarakat Sekadau, untuk bersama-sama melawan dan melapor segala bentuk kekerasaan yang mungkin terjadi di sekitar lingkungan kerja maupun keluarganya,” tegas Rupinus saat diwawancarai  Pontianak Post, usai menghadiri Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Jumat (3/6) lalu, di Sekretariat Tim Pengerak PKK Kabupaten Sekadau. Kegiatan kampanye yang digelar tersebut, diharapkan dia, dapat membuka pandangan masyarakat, demi mengurangi angka kekerasaan yang terjadi di kabupaten ini secara signifikan. 

Dia berpandangan, kampanye anti kekerasaan terhadap perempuan dan anak yang digelar BP3AKB Provinsi Kalbar bersama Kantor Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sekadau sebagai langkah positif. Melalui kampanye ini, dia berharap agar masyarakat Sekadau dapat memahami bahwa segala bentuk kekerasaan terhadap perempuan dan anak. Ditegaskan dia, masyarakat harus benar-benar memahami bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum. 

Di kesempatan yang sama, kepala BP3AKB Provinsi Kalbar, Anna Verdiana Iman Kalis, mengungkapkan bagaimana pemerintah sejauh ini telah tegas dalam membuat regulasi, kaitannya dalam meminimalisir angka kekersaan terhadap perempuan dan anak. 

“Kita memiliki dua  undang-undang sekaligus di antaranya Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Tindak Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” terangnya. 

Anna menjelaskan, pada UU Nomor 23 pasal kelima sudah tegas digariskan bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasaam dalam rumah tangga terhadap orang di lingkungan rumah tangganya, baik itu,  kekerasan fisik, seksual, maupun penelantaraan rumah tangga. “Jika ada di lingkungan keluarga anda yang melakukan tindak kekerasaan, maka saya harapkan anda dapat melaporkannya kepada pihak berwajib, baik itu polisi maupun Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)  yang telah dibentuk di tiap kabupaten/kota se-Kalbar,” terangnya 

Anna berharap segala penanganan kasus kekerasaan yang terjadi di ruang lingkup masyarakat Kabupaten Sekadau dapat ditangani secara serius dan cermat. “Saya juga mengimbau kepada para penegak hukum, untuk dapat memberikan sanksi hukum yang tegas dan maksimal. Sebab jika sanksi yang diberikan ringan, maka fenomena gunung es ini akan terus terjadi,” harapannya 

Putri mendiang Iman Kalis ini berharap agar kegiataan yang digagas mereka tersebut, dapat digencarkan terus oleh leading sector yang ada di Kabupaten Sekadau secara berkelanjutan. (ote)

Berita Terkait