Latih Warga Destinasi Wisata Kelola Homestay

Latih Warga Destinasi Wisata Kelola Homestay

  Kamis, 11 Agustus 2016 09:57
PELATIHAN: Kegiatan peningkatan kapasitas usaha masyarakat destinasi pariwisata bidang usaha pengelolaan homestay, Rabu (10/8) kemarin di salah satu hotel di Singkawang. Hari kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

 SINGKAWANG—Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan pariwisata daerah, caranya mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing serta menciptakan kondisi kondusif bagi wisatawan.

 
“Karena faktor sumberdaya manusia penting, untuk itu diperlukan upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha di destinasi wisata, khususnya bagaimana mengelola homestay (tempat tinggal bagi wisatawan) yang ada dalam lingkungan masyarakat di Singkawang ini,” ungkap Kepala Sub Bidang Peningkatan Kapasitas masyarakat Asdev tata kelola destinasi dan pemberdayaan masyarakat Kemenpar RI, Woro Mustiko dalam kegiatan peningkatan kapasitas usaha masyarakat destinasi pariwisata bidang usaha pengelolaan homestay, Rabu (10/8) kemarin di salah satu hotel di Singkawang.

Dalam pelatihan tersebut Kemenpar langsung mendatangkan pakar pariwisata dari Jakarta, Kusmayadi yang seorang akademisi. Dalam materi yang disampaikan, kata Woro, banyak aspek yang mengedepankan sapta pesona pariwisata Indonesia. “Yang jelas homestay yang baik memperhatikan aspek-aspek pengelolaan homestay seperti aspek produk, aspek pelayanan dan aspek pengelolaan itu sendiri,” katanya.

Aspek produk misalkan terkait fasilitas kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, dan ruang tamu serta sarana fasilitas pendukung lainnya. Termasuk soal listrik, pasokan air, sarana komunikasi, dan pengelolaan limbah. Sedangkan pada aspek pelayanan bagaimana penerimaan tamu, penataan kamar dan ruangan, pelayanan makanan dan minuman, serta layanan tuan rumah. Kemudian aspek pengelolaan meliputi rumah tinggal, fisik bangunan dan SDM itu sendiri.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporabudpar Singkawang, Triwahdina Safriantini, dengan pelatihan ini para pelaku usaha di tempat wisata bisa dengan gamblang mengetahui sebenarnya apa itu homestay, meskipun sebagian masyarakat sudah tahu. “Dari Kemenpar inilah warga di destinasi wisata secara detail contoh bagaimana pengelolaan homestay,” katanya.

Namun selain pemilik homestay, kata dia, pihaknya juga meminta Kemenpar RI mengikut sertakan pemilik kos. “Kan yang homestay di Singkawang ini tidak banyak, yang banyak itu pemilik kos, namun kos-kosan pun bisa dibikin homestay dan pengelolaan yang baik bagaimana disinilah melalui peningkatan kapasitas inilah mereka menimba ilmunya,” jelasnya.

Tentu harapannya, kata dia, dengan pelatihan ini masyarakat di destinasi wisata bisa berperan aktif menyiapkan homestay yang lebih nyaman ditempati wisatawan. “Dan setiap homestay yang ada terdaftar ke Disporabudpar, sehingga nantinya memudahkan promosi ke wisatawan, sehingga jika kamar hotel penuh karena ada even wisata maka wisatawan bisa menggunakan homestay,” pungkasnya. (har)

Berita Terkait