Latih Mahasiswa Mahir Talkshow sebelum Menyusun Skripsi

Latih Mahasiswa Mahir Talkshow sebelum Menyusun Skripsi

  Minggu, 27 March 2016 10:25
SEMINAR NASIONAL: Seminar Nasional Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak di Gardenia Resort Sungai Raya, Sabtu (26/3), sebagai salah satu mata kuliah wajib. ISTIMEWA

Berita Terkait

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) mengadakan Seminar Nasional di Gardenia Resort Sungai Raya, Sabtu (26/3) lalu. Seminar itu sendiri membahas tentang peningkatan strategi dan koordinasi antartenaga kesehatan masyarakat, dalam mengeliminasi penyakit tropis.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

SEMINAR nasional yang lebih terlihat seperti talkshow ini, diikuti oleh mahasiswa UMP. Meski demikian, seminar tersebut juga dibuka bagi peserta umum. Mereka mendatangkan pembicara dari Ikatan Ahli Masyarakat Indonesia dan Dinas Kesehatan Kalbar. Kegiatan tersebut sukses membuat penuh seisi ruangan seminar.

Adang Bachtiar dari IAKMI Pusat menyampaikan peran kesehatan masayarakat (Kesmas) dalam mengeliminasi penyakit tropis yang ada di Kalbar. Dia memisalkan seperti demam berdarah, malaria, HIV, dan yang terbaru virus zika. 

Ia juga menyampaikan bagaimana menjadi petugas kesmas yang baik, di antaranya revolusi mental, di mana menggerakkan semua unsur untuk menyehatkan bangsa. Menurutnya, juga dibutuhkan kepemimpinan kesmas untuk capai pekerjaan keprofesian yang bermutu dan gerakan masyarakat untuk hidup sehat.

Narasumber kedua dihadirkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Rudi Anshari. Dia menyampaikan mengenai program pemerintah, dalam menghadapi penyakit tropis. Semisal kasus rabies yang sedang panas di Kabupaten Bengkayang. Ia mengajak para aktor lapangan dan masyarakat untuk bersama mencegah penyakit tersebut.

Menurutnya, sasaran pembangunan kesehatan, termasuk sasaran pengendalian penyakit menular, hanya mungkin dicapai jika mendapat dukungan dari seluruh jajaran pemerintah di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat. Komitmen yang kuat di jajaran pimpinan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, diakui dia, juga dibutuhkan serta tersedianya sumber daya, sarana, dan prasarana yang diperlukan di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Ketua panitia seminar, Radi Noviar, menjelaskan jika seminar nasional ini merupakan salah satu mata kuliah di kampus mereka. Mahasiswa, menurut dia, diharuskan mengikuti seminar nasional, sebelum nantinya mereka menyusun skripsi. “Tapi pesertanya tidak hanya dari mahasiswa, tapi kita juga undang dari luar yang berkompeten di bidangnya,” ungkapnya memastikan.

Penyeleggaran seminar nasional ini difasilitasi oleh kampus mereka, melalui pembentukan panitia. Kegiatan ini juga dengan menggaet beberapa sponsor untuk menyuskeskannya.

Salah satu peserta seminar, Isyanto (40), mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UMP, mengatakan, mengikuti seminar tersebut karena memang ada mata kuliah seminar nasional ini. “Ini juga salah satu syarat mengambil profesi,” ungkap orang yang sehari-hari bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Pontianak ini.

Lain lagi Rahmi Fitri (37), di mana sehari-hari mempraktikkan ilmunya di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Ngabang, Kabupaten Landak. Ia mengaku, juga mengikuti seminar guna mendalami lagi ilmu dari materi seminar. “Tadi ada penjelasan tentang menurunkan angka kematian ibu dan anak, jadi memang cocok dengan profesi dan tugas kita,” ucap tenaga bidan tersebut. (c16)

Berita Terkait